Site Loader
Share?

🏷 Fiqh Shalat

WAKTU-WAKTU SHALAT WAJIB (SERI 2-TERAKHIR)

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

🌆 Waktu Shalat Magrib

Waktunya dimulai dari terbenamnya matahari hingga hilangnya asy-syafaq (senja merah). Asy-Syafaq ialah cahaya matahari yang masih tersisa dan berwarna merah setelah matahari tersebut tenggelam yang nampak di ufuk barat dan asy-syafaq tersebut adalah permulaan dari malam hari. [Lihat lisaanul ‘Arab (VIII/104-105)]

Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Waktu shalat Magrib adalah selama asy-syafaq (senja merah) belum hilang.” [Shahih, HR. Muslim, Ahmad dari Abdullah bin Amr]

  • Disunnahkan menyegerakan shalat Magrib dan dimakruhkan mengakhirkannya.

Dari Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَزَالُ أُمَّتِى بِخَيْرٍ أَوْ عَلَى الْفِطْرَةِ مَـالَمْ يُؤَخِّرُوا الْمَغْرِبَ حَتَّى تَشْتَبِكَ النُّجُوْمُ

“Umatku senantiasa dalam kebaikan atau dalam keadaan fitrah selama mereka tidak mengakhirkan shalat Magrib hingga banyak bintang bermunculan.” [Hasan Shahih: HR. Ahmad & Abu Dawud]

Dari Salamah bin Al-Akwa radhiallahu ‘anhu: “Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Magrib jika matahari telah terbenam dan bersembunyi di balik tirai (tidak nampak).” [Muttafaq Alaihi]

💫 Waktu Shalat Isya

Waktunya dimulai dari hilangnya asy-syafaq (senja merah) hingga pertengahan malam. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Waktu shalat Isya hingga pertengahan malam kedua.” [Shahih: HR. Muslim & Ahmad]

  • Disunnahkan mengakhirkan shalat Isya selama tidak memberatkan.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata, Pada suatu malam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan shalat Isya, hingga berlalulah sebagian besar malam dan para penghuni masjid telah tertidur. Kemudian beliau keluar dan shalat, lalu berkata, “Sesungguhnya ini adalah waktunya, hanya saja aku tak ingin memberatkan umatku.” [Shahih: HR. Muslim]

  • Dimakruhkan tidur sebelum Isya dan perbincangan yang tidak berguna sesudahnya.

Dari Abu Barzah radhiallahu ‘anhu: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum Isya dan berbincang-bincang sesudahnya.” [Muttafaq Alaihi]

Dari Anas radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Suatu malam kami menunggu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga pertengahan malam. Lalu beliau datang dan shalat dengan kami, kemudian menasihati kami. Beliau berkata:

أَلاَ إِنَّ النَّاسَ قَدْ صَلَّوْا ثُمَّ رَقَدُوْا، وَإِنَّكُمْ لَمْ تَزَالُوا فِيْ صَلاَةٍ مَا انْتَظَرْتُمُ الصَّلاَةَ

“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang telah shalat kemudian tidur. Dan sesungguhnya kalian senantiasa dalam shalat selama kalian menunggu shalat.” [Muttafaq Alaihi]

🌥 Waktu Shalat Subuh

Waktunya dimulai dari terbitnya fajar shadiq hingga terbitnya matahari. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Waktu shalat Subuh mulai dari terbitnya fajar hingga sebelum matahari terbit.” [Shahih: HR. Muslim & Ahmad]

  • Disunnahkan menyegerakan shalat Subuh pada awal waktunya yaitu ketika masih gelap.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata: “Dulu para wanita mukminat menghadiri shalat Subuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan berbungkus pakaian mereka. Kemudian kembali ke rumah-rumah mereka ketika telah menyelesaikan shalat. Tidak ada seorang pun yang mengenali mereka karena gelapnya malam.” [Muttafaq Alaihi]

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📒 Referensi:
• Fiqh Shalat Berdasarkan Al-Quran & As-Sunnah. Karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Penerbit Media Tarbiyah.
• Al-Quranul karim.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Desember 2019
S M S S R K J
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031