Site Loader
Share?

🏷 Fiqh Shalat

WAKTU-WAKTU SHALAT WAJIB (SERI 1)

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Berikut ini penjelasan singkat tentang waktu-waktu shalat wajib.

Waktu Shalat Zuhur

Waktunya dimulai dari tergelincirnya matahari hingga tinggi bayangan semua benda sama sepertinya.

1• Disunnahkan memajukan shalat Zuhur pada awal waktu ketika hari tidak terlalu panas.

Dari Jabir bin Samurah, dia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّى الظُّهْرَ إِذَا دَحَضَتِ الشَّمْسُ

“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat Zuhur ketika matahari telah tergelincir (condong ke barat).” [Shahiih: Irwaa’ul Ghaliil (no. 254), Shahiih Muslim (I/432 no. 618)]

2• Disunnahkan mengundurkan shalat Zuhur ketika hari sangat panas (selama tidak keluar dari waktunya).

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوْا بِالصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْـحِ جَهَنَّمَ

“Jika hari sangat panas, maka tidaklah shalat hingga cuaca menjadi agak dingin. Sesungguhnya panas yang sangat itu merupakan bagian dari didihan Jahannam.” [Muttafaq Alaihi]

🌈 Waktu Shalat Asar

Waktunya dimulai saat tinggi bayangan semua benda sama seperti aslinya hingga terbenamnya matahari.

1• Shalat Wustha (Pertengahan).

Allah Ta’ala berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

“Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat Wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” [QS. Al-Baqarah: 238]

Dari Ali radhiallahu ‘anhu, dia mengatakan bahwa di hari terjadinya perang Al-Ahzab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

شَغَّلُوْنَا عَنِ الصَّلاَةِ الْوُسْطَى صَلاَةِ الْعَصْرِ، ملأَ اللهُ بُيُوْتَهُمْ وَقُبُوْرَهُمْ نَارًا

“Mereka telah menyibukkan kita dari shalat Al-Wustha (yaitu) shalat Asar. Semoga Allah memenuhi rumah-rumah dan kubur-kubur mereka dengan api.” [Shahiih: Mukhtashar Shahiih Muslim (no. 217), Shahiih Muslim (I/437 no. 627 (205)]

2• Disunnahkan menyegerakan Shalat Asar.

Dari Anas radhiallahu ‘anhu, ia berkata:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ كَانَ يُصَلِّى الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ حَيَّةٌ، فَيَذْهَبُ الذَّاهِبُ إِلَى الْعَوَالِيْ فَيَأْتِي الْعَوَالِيْ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat Asar, sedangkan matahari masih tinggi dan terang. Lalu seseorang pergi dan mendatangi Al-Awali (tempat di sudut Madinah) sedangkan matahari masih tinggi.” [Muttafaq Alaihi]

3• Dosa orang yang melewatkan Shalat Asar.

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang melewatkan shalat Asar seperti orang yang berkurang keluarga dan hartanya.” [Mutafaq Alaihi]

Dari Buraidah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barang siapa meninggalkan shalat Asar, maka terhapuslah amalannya.” [Shahiih: Shahiih Sunan An-Nasa-i (no. 497), Shahiih Al-Bukhari (Fathul Baari) (II/31 no. 553), dan Sunan An-Nasa-i (I/236)]

Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Baari (II/33) mengatakan bahwa hadis ini bentuknya ancaman, bukan berarti seluruh amalnya terhapus.

4• Dosa orang yang mengakhirkan Shalat Asar hingga menjelang matahari terbenam.

Dari Anas radhiallahu ‘anhu dia berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِ، يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسُ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا لاَ يَذْكُرُ اللهَ إِلاَّ قَلِيْلاً

“Itulah shalatnya orang munafik. Dia duduk sambil mengawasi matahari. Hingga ketika matahari berada di antara dua tanduk syaitan (waktu terbit dan tenggelamnya matahari) ia bangkit dan shalat empat rakaat dengan cepat. Ia tidak mengingat Allah kecuali hanya sedikit.” [Shahih: Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 399), Shahiih Muslim (XXI/434 no. 622)]

Insya Allah bersambung…

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📒 Referensi:
• Fiqh Shalat Berdasarkan Al-Quran & As-Sunnah. Karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Penerbit Media Tarbiyah.
• Al-Quranul karim.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Desember 2019
S M S S R K J
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031