WAJIBNYA ZAKAT FITRAH

๐ŸŽ Mutiara Hadis

๐Ÿš WAJIBNYA ZAKAT FITRAH

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu โ€˜anhuma, dia berkata:

ููŽุฑูŽุถูŽ ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฒูŽูƒูŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุชูŽู…ู’ุฑู ุฃูŽูˆู’ ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุดูŽุนููŠุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ูˆูŽุงู„ู’ุญูุฑู‘ู ูˆูŽุงู„ุฐู‘ูŽูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู„ุฃู’ู†ู’ุซูŽู‰ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุบููŠุฑู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุจููŠุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูุคูŽุฏู‘ูŽู‰ ู‚ูŽุจู’ู„ ุฎูุฑููˆุฌู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fitrah berupa 1 shaโ€™ kurma atau 1 shaโ€™ gandum baik atas hamba sahaya maupun orang merdeka, baik laki-laki maupun wanita, baik anak kecil atau dewasa dari kalangan Muslimin. Beliau memerintahkannya ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk shalat (โ€˜Ied).โ€ [HR. Bukhari: 1503 dan Muslim: 984]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah atas semua orang Muslim yang memiliki kelebihan bahan makanan pada hari itu, baik orang dewasa maupun anak kecil, laki-laki maupun wanita, orang merdeka maupun hamba sahaya. Hendaknya mereka mengeluarkan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum.

Agar zakat ini menemui sasaran kebutuhan yang diharapkan, maka beliau memerintahkan agar ia diberikan kepada orang miskin sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat.

<โ€ข> Kesimpulan Hadis:

1โ€ข Kewajiban zakat fitrah, dan ini merupakan ijma’ kaum Muslimin.

2โ€ข Zakat fitrah harus dikeluarkan dari setiap orang Muslim, kecil maupun besar, laki-laki maupun wanita, orang merdeka maupun hamba sahaya.

3โ€ข Zakat tidak diwajibkan atas janin yang masih dalam kandungan. Namun sebagian Ulama ada yang mensunnahkannya bagi janin. Diriwayatkan dari sebagian Sahabat bahwa dia merasa sangat respek untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk janin, seperti yang dilakukan Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu.

4โ€ข Menurut zahir hadis ini ialah pembatasan jenis zakat pada hal-hal yang disebutkan. Yang masyhur dalam pendapat Al-Imam Ahmad, selain yang disebutkan di sini tidak diperbolehkan selagi sebagian barang-barang itu ada. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memperbolehkan zakat fitrah berupa bahan makanan yang ada di setiap negeri, meskipun sudah ada penetapan terhadap jenis-jenis yang disebutkan di sini. Yang demikian ini juga disebutkan dalam satu riwayat dari Al-Imam Ahmad dan mayoritas Ulama.

Yang lebih utama dari jenis-jenis bahan makanan ini ialah yang paling bermanfaat bagi orang yang diberi zakat, yaitu bisa memenuhi kebutuhannya pada hari itu.

5โ€ข Yang paling baik saat mengeluarkannya ialah pada Subuh hari ‘Ied sebelum shalat. Ini merupakan pendapat empat mazhab. Jika dikeluarkan sesudah shalat, hukumnya haram menurut mazhab Hambali dan jumhur fuqaha. Menurut Ibnu Hazm, haram menundanya hingga shalat, yang didasarkan kepada riwayat Al-Bukhari: โ€œDan beliau memerintahkan untuk mengeluarkannya sebelum manusia keluar untuk shalat.โ€

Begitu pula yang diriwayatkan Abu Daud dan Ibnu Majah: โ€œSiapa yang mengeluarkan sebelum shalat, maka itu merupakan zakat yang diterima, dan siapa mengeluarkannya sesudah shalat, maka ia merupakan salah satu dari berbagai macam sedekah.โ€

6โ€ข Bolehkah mengeluarkan zakat fitrah sebelum malam ‘Ied?

Abu Hanifah membolehkannya sehari dua hari, yang diqiyaskan kepada zakat mal. Imam Asy-Syafi’i membolehkan pengeluarannya semenjak awal Ramadhan. Imam Malik tidak membolehkannya secara mutlak, seperti halnya shalat sebelum waktunya.

Mazhab Hambali membolehkan pengeluaran zakat sebelum ‘Ied hingga dua hari, yang didasarkan kepada riwayat Al-Bukhari: โ€œMereka mengeluarkan zakat sebelum hari raya sehari atau dua hari.โ€ Yang dimaksudkan dengan โ€œmerekaโ€ di sini ialah para Sahabat, karena hal itu lebih dapat memberikan kebutuhan terhadap orang miskin, sehingga dia dapat membuat persiapan untuk hari Ied.

Jika diberikan sebelum shalat, maka dikhawatirkan orang yang mengeluarkan zakat tidak mendapatkan orang miskin yang layak menerima zakatnya, sehingga dia ketinggalan waktu yang diwajibkan. Karena beberapa pertimbangan yang benar seperti inilah Syaikh kami, Abdurrahman bin Nashir Ali Sa’dy melihat pengeluaran zakat dapat dimajukan sehari hingga dua hari sebelum ‘Ied.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ““ Referensi: Buku “Syarah Hadis Pilihan Bukhari-Muslim. Kitab Puasa.” Karya Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih Ali Bassam. Penerbit: Darul Falah.

โœ’ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *