Site Loader
Share?

📈 TINGKATAN ISLAM

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Islam memiliki lima rukun, yaitu:

1. Bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah.

Dua Kalimat Syahadat.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَََّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ

Makna dari kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (laa ilaaha illallaah) adalah: لاَ مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إِلاَّ اللهُ (laa ma’buda bi haqqin ilallaah), tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semua sesembahan yang disembah oleh manusia berupa malaikat, jin, manusia, matahari, bulan, bintang, kubur, pohon, batu, kayu dan lainnya, semuanya merupakan sesembahan yang batil, tidak bisa memberikan manfaat dan tidak dapat menolak bahaya.

Makna Dari Syahadat Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

• Yaitu mentaati yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan [Lihat QS. An-Nisa: 13]

• Yaitu membenarkan apa-apa yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan [Lihat QS. Al-Hadid: 28]

• Yaitu menjauhkan diri dari yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam larang [Lihat QS. Al-Hasry: 7]

• Yaitu tidak beribadah kepada Allah melainkan dengan cara yang telah disyariatkan. Artinya, kita wajib beribadah kepada Allah menurut yang telah disyariatkan dan dicontohkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita wajib ittiba kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak boleh mengikuti hawa nafsu dan bid’ah, karena setiap bid’ah adalah sesat. [Lihat QS. Ali ‘Imran: 31].

Kesaksian bahwa, tiada Ilah yang berhak diibadahi melainkan Allah, dan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah, artinya mengakui adanya Allah yang Tunggal, serta membenarkan kenabian dan kerasulan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rukun ini ibarat pondasi bagi rukun-rukun yang lain.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوْا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

“Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka menyatakan bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

مَن قَالَ: لاَإِلهَ إلاَّ الله مُخْلِصًا دَخَلَ الجَنّة

“Barang siapa yang menyatakan tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah dengan penuh keikhlasan, maka ia akan masuk surga.” [HR. Al-Bazzar]

2. Menegakkan shalat.

Firman Allah Ta’ala:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” [QS. An-Nur: 56]

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

“Pokok urusan (agama) itu adalah Islam (yaitu: dua syahadat), tiangnya adalah shalat, dan puncak ketinggiannya adalah jihad.” [HR. Tirmidzi no. 2616, Ibnu Majah no. 3872, Ahmad juz 5, hlm. 230, 236, 237, 245, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami’ush Shaghir no. 5126]

Shalat merupakan hubungan antara hamba dengan Rabbnya yang wajib dilaksanakan lima waktu dalam sehari semalam, sesuai petunjuk Rasulullah, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

صَلُّوا كمَا رَأيتُمُونِى أُصَلَّي

“Shalatlah, sebagaimana kalian melihat aku shalat.” [HR. Bukhari]

3. Membayar zakat.

Firman Allah Ta’ala:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” [QS. An-Nur: 56]

4. Puasa di bulan Ramadhan.

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun dari rukun-rukun Islam dan juga merupakan salah satu kewajiban. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah: 183]

5. Menunaikan haji ke Baitullah bagi yang mampu menuju ke sana.

Haji beserta Umrah adalah kewajiban yang dilakukan sekali dalam seumur hidup, bagi setiap muslim, baligh, berakal, merdeka serta mampu. Allah Ta’ala berfirman:

إوَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [QS. Ali ‘Imran: 97]

Kelima rukun Islam ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

َاْلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً

“Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan haji ke Baitullah jika engkau mampu menuju ke sana.” [HR. Muslim (no. 8), Ahmad (I/27), dari shahabat Umar bin Al-Khaththab]

Juga sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ

“Islam dibangun atas lima hal: bersaksi bahwa tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan haji ke Baitullah.” [Muttafaqun ‘alaih]

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📘 Referensi:
• Buku “Prinsip Dasar Islam.” Karya Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Pustaka At-Takwa.
• Artikel Sunnah Lainnya

✒ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Abu Royhan

Pemilik dan Pengasuh Situs Web PermataSunnah.com (Mulia dengan Manhaj Salaf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Desember 2019
S M S S R K J
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031