TIDAK BERSUNGGUH-SUNGGUH UNTUK KHUSYUK DAN MENGHADIRKAN HATI KETIKA BERDOA

📕 234 Kesalahan

💭 TIDAK BERSUNGGUH-SUNGGUH UNTUK KHUSYUK DAN MENGHADIRKAN HATI KETIKA BERDOA

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Salah satu kesalahan di dalam berdoa yaitu tidak bersungguh-sungguh untuk khusyuk dan menghadirkan hati ketika berdoa.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً 

“Berdoalah kepada Rabb kalian dengan merendahkan diri dan penuh rasa takut.” [QS. Al-A’raf: 55]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

اِنَّهُمْ كَا نُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِيْ الْخَيْـرٰتِ وَ يَدْعُوْنَـنَا رَغَبًا وَّرَهَبًا ۗ وَكَا نُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera di dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” [QS. Al-Anbiya: 90]

Seorang yang berdoa hendaknya khusyuk merendahkan diri, tenang, dan menghadirkan hati. Ini adalah di antara adab-adab dalam berdoa. Dan hendaknya ia bertekad kuat hingga tercapai permintaannya dan dipenuhi doanya. Dan selalu berusaha menyempurnakan doanya agar sampai kepada Allah dan dikabulkan olehNya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ لَاهٍ

“Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” [HR. Tirmizi, no. 3479, dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami, no. 245]

Imam Ahmad telah meriwayatkan hadis yang sanadnya dihasankan Al-Mundziri, dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila kalian meminta kepada Allah, maka mintalah dengan yakin bahwa Allah akan mengabulkannya. Karena Allah tidak mengabulkan seseorang yang berdoa dengan hati yang lalai.”

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📖 Referensi: Buku “234 Kesalahan.” Karya Shalih bin Abdul Aziz bin Muhammad Alu Syaikh.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *