TERGESA-GESA INGIN SEGERA DIKABULKAN DAN MELAMPAUI BATAS DALAM BERDOA

📕 234 Kesalahan

🚀 TERGESA-GESA INGIN SEGERA DIKABULKAN DAN MELAMPAUI BATAS DALAM BERDOA

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Salah satu kesalahan di dalam berdoa yaitu tergesa-gesa ingin segera dikabulkan dalam berdoa. Hal ini termasuk penghalang terkabulnya doa. Ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ اللَّهَ، فَلَمْ يَسْتَجِبْ لِي

“Dikabulkan salah seorang di antara kalian (doanya) selagi tidak tergesa-gesa. Seraya dia mengatakan, ‘Saya telah berdoa dan belum dikabulkan untukku’.”

Telah dijelaskan bahwa orang yang berdoa hendaknya yakin akan terkabulnya doa. Karena ia telah meminta kepada Dzat yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ

“Dan berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan (kabulkan) bagimu.” [QS. Ghafir: 60]

Orang yang belum dikabulkan doanya tidak terlepas dari dua kemungkinan. Pertama, ada penghalang atas terkabulnya doa, seperti memutuskan persaudaraan, melakukan kezaliman atau memakan sesuatu yang haram. Hal ini secara umum bisa menyebabkan tertolaknya doa seseorang. Kedua, kemungkinan pengabulan doanya ditangguhkan atau ia dijauhkan dari kejelekan yang nilainya sebanding dengan apa yang diminta.

Ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada seorang Muslim pun yang berdoa dengan sebuah doa yang tidak terkandung di dalamnya dosa dan pemutusan silaturahmi, kecuali Allah akan memberikannya salah satu dari ketiga hal berikut: Allah akan mengabulkannya dengan segera, mengakhirkan untuknya di akhirat atau memalingkannya dari keburukan yang semisalnya.” Para Sahabat berkata, “Kalau begitu kami akan memperbanyak doa kami.” Beliau berkata: “Allah lebih banyak lagi.” [HR. Ahmad 11133 Sanadnya dinyatakan jayyid oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dan lainnya]

Hadis ini shahih karena ada beberapa penguat dalam riwayat At-Tirmidzi dan Hakim dari Ubadah bin Ash-Shamit. Juga dalam riwayat Ahmad dan yang lainnya dari Abu Hurairah.

Adapun riwayat: “Mintalah kepada Allah dengan kedudukanku, karena kedudukan (Nabi) di sisi Allah sangatlah tinggi.” Ini adalah palsu dan tidak sah apabila dinisbatkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Termasuk juga kesalahan dalam berdoa yaitu melampaui batas dalam berdoa, seperti berdoa untuk melakukan perbuatan dosa atau memutus tali persaudaraan. Perkara ini termasuk penghalang dari terkabulnya doa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

إنَّهُ سَيَكُونُ فِي هَذِهِ اْلأُمَّةِ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الطَّهُورِ وَالدُّعَاءِ

“Sungguh akan muncul kaum dari umat ini yang akan berbuat melampaui batas dalam berdoa dan bersuci.” [HR. Ahmad, Abu Dawud dan lainnya]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [QS. Al-A’raaf: 55]

Termasuk melampaui batas adalah berdoa agar dimudahkan untuk melakukan perbuatan dosa, minta ditimpakan suatu musibah, atau memutuskan tali persaudaraan. Sebagaimana dalil yang telah kita sebutkan di atas.

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📖 Referensi: Buku “234 Kesalahan.” Karya Shalih bin Abdul Aziz bin Muhammad Alu Syaikh.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *