Site Loader
Share?

๐Ÿ“‹ SYARAT-SYARAT KALIMAT “LAA ILAAHA ILLALLAH” (SERI 2)

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Pada seri pertama telah kita sebutkan 2 poin syarat kalimat Laa Ilaaha Illallah, yaitu

1. Al-Ilmu (Mengetahui)
2. Al-Yaqiin (Meyakini)

Insya Allah dalam seri kedua ini akan kami lanjutkan poin berikutnya.

3. Al-Ikhlash (Ikhlas)
Yaitu memurnikan amal perbuatan dari segala kotoran-kotoran syirik, dan mengikhlaskan segala macam ibadah hanya kepada Allah.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

ููŽุงุนู’ุจูุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูุฎู’ู„ูุตู‹ุง ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ูŽ (ูข) ุฃูŽู„ูŽุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุงู„ูุตู (ูฃ)

“Maka beribadahlah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah lah agama yang bersih (dari syirik).” [QS. Az-Zumar: 2-3]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:

ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูู…ูุฑููˆุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูุฎู’ู„ูุตููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ูŽ

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya.” [QS. Al-Bayyinah: 5]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฃูŽุณู’ุนูŽุฏู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูุดูŽูุงูŽุนูŽุชููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฎูŽุงู„ูุตู‹ุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู

“Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku pada hari Kiamat nanti adalah orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah secara ikhlas dari hati atau jiwanya.” [HR. Bukhari (no. 99, 6570) dari Shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu]

4. Ash-Shidq (Jujur)
Maksudnya mengucapkan kalimat ini dengan jujur disertai pembenaran oleh hatinya. Barang siapa lisannya mengucapkan namun hatinya mendustakan, maka ia adalah munafik dan pendusta. 

Allah Azza wa Jalla berfirman:

ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู…ูŽู† ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุขู…ูŽู†ู‘ูŽุง ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุจูุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขุฎูุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ู‡ูู… ุจูู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ (ูจ) ูŠูุฎูŽุงุฏูุนููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุฏูŽุนููˆู†ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ููุณูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุดู’ุนูุฑููˆู†ูŽ (ูฉ)

“Dan di antara manusia ada yang berkata: โ€˜Kami beriman kepada Allah dan hari Akhir,โ€™ padahal sesungguhnya mereka bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” [QS. Al-Baqarah: 8-9]

Juga firman Allah Azza wa Jalla tentang orang munafik:

ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู†ูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

“Mereka berkata, ‘Kami bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah’.” [QS. Munaafiquun: 1]

Kemudian Allah Azza wa Jalla mendustakan mereka dengan firmanNya:

ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ู„ูŽูƒูŽุงุฐูุจููˆู†ูŽ

“Dan Allah mengetahui bahwa engkau adalah RasulNya dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.” [QS. Munafiqun: 1]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุญูŽุฏู ูŠูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูุฏู’ู‚ู‹ุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู.

“Tidaklah seseorang bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, dengan jujur dari hatinya, melainkan Allah mengharamkannya masuk Neraka.” [HR. Bukhari dan Muslim dari hadits Muโ€™adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu]

Insya Allah bersambungโ€ฆ

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…โ€ฆ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ“˜ Referensi:
โ€ข Buku “Prinsip Dasar Islam.” Karya Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Pustaka At-Takwa.
โ€ข Artikel Sunnah Lainnya

โœ’ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Januari 2019
S M S S R K J
« Des    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031