Site Loader
Share?

📋 SYARAT-SYARAT KALIMAT “LAA ILAAHA ILLALLAH” (SERI 1)

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Kalimat Laa ilaaha illallah merupakan pondasi agama Islam yang pertama. Kalimat tauhid ini akan bermanfaat bagi orang yang mengikrarkannya dengan 7 syarat yang telah dijelaskan oleh para Ulama, berdasarkan nash-nash Al-Quran dan As-Sunnah (Hadits).

7 (tujuh) syarat kalimat Laa ilaaha illallah itu ialah:

  1. Al-Ilmu (Mengetahui)
  2. Al-Yaqiin (Meyakini)
  3. Al-Ikhlash (Ikhlas)
  4. Ash-Shidq (Jujur)
  5. Al-Mahabbah (Cinta)
  6. Al-Inqiyad (Tunduk dan patuh)
  7. Al-Qabul (Menerima)

Apabila 7 syarat tersebut terpenuhi, maka kalimat tauhid itu akan bermanfaat di dunia dan di akhirat bagi orang yang mengucapkannya. Di antara manfaatnya adalah ia akan menjadi salah satu sebab masuk surga dan selamat dari neraka.

Di seri pertama ini, insya Allah kita akan menjelaskan 2 poin syarat kalimat Laa Ilaaha Illallah, yaitu:

1. Al-Ilmu (Mengetahui)
Yaitu mengetahui arti dari kalimat Laa ilaaha illallah. Allah Azza wa Jalla berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

“Maka ketahuilah bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah.” [QS. Muhammad: 19]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:

إِلَّا مَن شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Melainkan mereka yang mengakui kebenaran, sedang mereka orang-orang yang mengetahui.” [QS. Az-Zukhruf: 86]

Yang dimaksud dengan “Mengakui kebenaran” adalah kebenaran kalimat laa ilaaha illallaah. Sedangkan maksud dari “Sedang mereka orang-orang yang mengerti” adalah mengerti dengan hati mereka tentang apa yang diucapkan dengan lisan.

Dalam hadits yang shahih dari Shahabat Utsman radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barang siapa yang meninggal dunia dan ia mengetahui bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, maka ia masuk Surga.” [HR. Muslim]

2. Al-Yaqiin (Meyakini)
Yaitu yakin serta benar-benar memahami kalimat laa ilaaha illallaah tanpa ada keraguan dan kebimbangan sedikit pun.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan RasulNya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya, mereka itulah orang-orang yang benar.” [QS. Al-Hujuraat: 15]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ لاَ يَلْقَى اللهَ بِهِمَا عَبْدٌ، غَيْرَ شَاكٍّ فِيْهِمَا، إِلاَّ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan bahwasanya aku (Muhammad) adalah utusan Allah, tidaklah seorang hamba menjumpai Allah (dalam keadaan) tidak ragu-ragu terhadap kedua (syahadat)nya itu, melainkan ia masuk Surga.” [HR. Muslim]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

اذْهَبْ بِنَعْلَيَّ هَاتَيْنِ، فَمَنْ لَقِيْتَ مِنْ وَرَاءِ هَذَا الْحَائِطِ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُسْتَيْقِنًا بِهَا قَلْبُهُ فَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ

“Pergilah dengan sandalku ini, maka siapa saja yang engkau temui di belakang kebun ini yang ia bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, dengan hati yang meyakininya, maka berikanlah kabar gembira kepadanya dengan masuk Surga.” [HR. Muslim]

Maka, syarat untuk masuk Surga bagi orang yang mengucapkannya adalah hatinya harus yakin dengannya (kalimat Tauhid) serta tidak ragu-ragu terhadapnya. Apabila syarat tersebut tidak ada maka yang disyaratkan (masyrut) juga tidak ada.

Sahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata:

اَلْيَقِيْنُ اْلإِيْمَانُ كُلُّهُ وَالصَّبْرُ نِصْفُ اْلإِيْمَانِ

“Yakin adalah iman secara keseluruhan, dan sabar adalah sebagian dari iman.” [HR. Al-Bukhari secara mu’allaq dan pasti. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, Riwayat ini dimaushulkan (disambungkan) oleh Imam Ath-Thabrani, dari Shahabat Abdullah bin Mas’ud, dengan sanad yang shahih (Fathul Baari (I/48)]

Tidak ada keraguan lagi bahwasanya orang yang yakin dengan makna laa ilaaha illallaah, seluruh anggota tubuhnya akan patuh beribadah kepada Allah Azza wa Jalla yang tiada sekutu bagiNya, dan akan mentaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Sahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata:

اَللّهُمَّ زِدْنَا إِيْمَانًا، وَيَقِيْنًا وَفِقْهًا

“Ya Allah, tambahkanlah kepada kami keimanan, keyakinan dan kepahaman.” [Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari (I/48) menyatakan bahwa sanadnya shahih]

Insya Allah bersambung…

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📘 Referensi:
• Prinsip Dasar Islam Karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
• Artikel Sunnah lainnya

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Desember 2019
S M S S R K J
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031