Site Loader
Share?

🏷️ Fiqh Shalat

🗒 SUNNAH-SUNNAH SHALAT

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Sunnah-sunnah shalat adalah ucapan dan perbuatan di dalam ibadah shalat yang apabila ditinggalkan, maka shalatnya tetap sah, baik dengan sengaja maupun karena lupa. Atau semua ucapan dan perbuatan yang disyariatkan di dalam shalat, tetapi tidak termasuk syarat, rukun, dan kewajiban shalat. Sunnah-sunnah terbagi dua: Sunnah Qauliyyah (sunnah ucapan) dan Sunnah Fi’liyyah (sunnah perbuatan).

》Sunnah-sunnah Qauliyyah (sunnah ucapan) dalam shalat adalah sebagai berikut:
1). Membaca doa istiftah.
2). Membaca isti’adzah.
3). Mengucapkan Aamiin.
4). Membaca surah atau ayat setelah surah Al-Fatihah.
5). Membaca tasbih pada saat rukuk dan sujud.
6). Menambah bacaan ‘Rabbanaa lakal hamdu’ ketika bangkit dari rukuk disertai dengan doa berikut:

مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

“Sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang ada di antara keduanya, dan sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya.” [HR. Muslim]

7). Membaca doa di antara dua sujud.
8). Membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah tasyahhud awal.
9). Membaca doa, baik setelah tasyahhud awal maupun tasyahhud akhir.
10). Mengucapkan salam kedua.

》Sunnah Sunnah fi’liyyah (sunnah perbuatan) dalam shalat adalah sebagai berikut:
1). Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram. Begitu pula ketika rukuk dan mengangkat kepala dari rukuk, serta bangkit dari tasyyahud awal.

2). Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada.

3). Melihat ke tempat sujud.

4). Melakukan perbuatan berikut ini, ketika rukuk:
• Tidak mendongakkan kepala dan tidak pula menundukkannya ketika rukuk.
• Menekan kedua tangan pada kedua lutut dan merentangkan punggungnya dengan lurus ketika rukuk.
• Merenggangkan jari-jemarinya.
• Meletakkan kedua tangan di atas lututnya seakan-akan menggenggamnya, serta meluruskan kedua tangan dan menjauhkannya dari lambung.

5). Turun sujud dengan mendahulukan kedua tangan sebelum kedua lutut.

6). Melakukan perbuatan berikut ini ketika sujud:
• Meletakkan kedua tangan tanpa menggelarnya (di atas lantai) dan tidak pula mendekapkannya, serta menghadapkan ujung jari-jemari kedua kakinya ke arah kiblat.
• Meletakkan kedua telapak tangannya sejajar dengan kedua pundaknya, dan terkadang sejajar dengan kedua telinganya.
• Meletakkan kedua telapak tangan dan mengangkat kedua siku.
• Merentangkan kedua tangannya hingga tampak kedua ketiak.
• Menggabungkan kedua tumit dan menghadapkan jari-jemari kaki ke arah kiblat.
• Meletakkan kepala di antara kedua telapak tangan.
• Merapatkan jari-jemari kaki.
• Menghadapkan kedua telapak tangan dan jari-jemarinya ke arah kiblat.

7). Melakukan perbuatan berikut ini, pada saat duduk di antara dua sujud:
• Menghamparkan kaki kiri dan menegakkan kaki kanan.
• Menghadapkan jari-jemari kaki kanan ke arah kiblat serta duduk di atas kaki kiri.
• Duduk iq’aa di atas kedua kaki termasuk dari sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

8). Tidak bangkit dari sujud, kecuali setelah duduk tegak (duduk istirahat).

9). Bertumpu pada lantai ketika berdiri dari suatu rakaat.

10). Melakukan perbuatan berikut ini, ketika duduk pada tasyahud akhir:
• Duduk dengan cara memasukkan kaki kiri dan menegakkan kaki yang satunya, serta duduk di atas pantatnya.
• Meletakkan telapak tangan kanan di atas paha kanannya, menggenggam jari-jemari tangan kanan dan berisyarat dengan jari telunjuk, serta meletakkan telapak tangan kiri di atas paha kiri.
• Meletakkan kedua tangan di atas kedua lutut dan berisyarat dengan jari telunjuk serta mengikutinya dengan pandangan mata.
• Berisyarat dengan cara menggerak-gerakkan jari telunjuk tangan kanan sambil berdoa.

Perincian tentang sunah-sunah salat beserta dalilnya akan dijelaskan pada Bab berikutnya yaitu tentang “Sifat Shalat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.” Semoga dimudahkan semua. Aamiin.

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🗃 Referensi:
• Fiqh Shalat Berdasarkan Al-Quran & As-Sunnah. Karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Penerbit Media Tarbiyah.
• Referensi-Referensi lainnya.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

April 2020
S M S S R K J
« Mar    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031