SUNNAH-SUNNAH DI HARI JUMAT

🖇️ SUNNAH-SUNNAH DI HARI JUMAT

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Di hari Jumat terdapat beberapa amalan-amalan sunnah yang bisa kita kerjakan, diantara yang akan kita sebutkan pada pembahasan ini ialah:

•> Membaca Surah Al-Kahfi di Malam dan Hari Jumat.

Dalam hadis dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu disebutkan:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Barang siapa yang membaca surah Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” [HR. Ad-Darimi, 2:546. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini sahih sebagaimana dalam Shahih Al-Jami’, no. 6471]

Dalam riwayat lain disebututkan: “Barang siapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” [HR. Al-Baihaqi dalam Al-Kubra, 3:249. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih sebagaimana dalam Shahih Al-Jami’, no. 6470]
 
•> Membaca Surah As-Sajdah dan Surah Al-Insan pada shalat Subuh hari Jumat.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Subuh pada hari Jumat “Alam Tanzil…” (Surah As-Sajdah) pada rakaat pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani hiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkuro” (Surat Al-Insan) pada rakaat kedua.” [HR. Muslim, no. 880]

•> Bershalawat di Hari Jumat.

Dari Abu Umamah Al-Bahily radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah oleh kalian shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat karena barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” [HR. Al-Baihaqi, III/249]

•> Mandi Besar pada Hari Jumat.

Hukum mandi Jumat adalah wajib. Di antara dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Mandi pada hari Jumat adalah wajib atas setiap yang sudah baligh.” [HR. Al-Bukhari, no. 879]

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian mendatangi shalat Jumat, maka hendaklah ia mandi.” [HR. Bukhari dan Muslim]

•> Memakai Wewangian, Menggosok Gigi (Bersiwak), Berpkaian Bagus dan Memotong Kuku.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seseorang mandi pada hari Jumat, bersuci semampunya, berminyak dari minyaknya, mengenakan wewangian dari rumahnya, kemudian ia keluar lalu tidak memisahkan antara dua orang yang sedang duduk, kemudian ia melakukan shalat sebagaimana yang telah ditetapkan untuknya, lalu diam ketika imam berbicara, melainkan diampuni baginya dosa-dosa yang ada di antara Jumat tersebut dan Jumat yang lain.” [HR. Bukhari, no. 883]

‼️ Sedangkan untuk memotong kuku, maka memang tidak ada dalil shahih akan anjuran dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memotong kuku di hari Jumat. Namun, diriwayatkan bahwa sebagian sahabat dan tabi’in mempunyai kebiasaan memotong kuku di hari Jumat.

Imam Baihaqi meriwayatkan dari Nafi’: “Dahulu Abdullah bin Umar biasa memotong kuku dan memendekkan kumisnya setiap hari Jumat.” [As-Sunan Al-Kubro, 3/244]

Al-Hafidz Ibnu Rajab menukilkan di dalam Fathul Bari (5/359) dari Rasyid bin Sa’ad, beliau berkata: “Dahulu para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa allam berkata: “Barang siapa yang mandi di hari Jumat, bersiwak, dan memotong kuku-kukunya, maka dia pantas mendapatkan pahala.

•> Berangkat Lebih Awal ke Masjid dan Disunnahkan Shalat Tahiyatul Masjid.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa mandi hari Jumat seperti mandi junub lalu pergi (Jumatan), seolah-olah ia bersedekah dengan unta. Barang siapa pergi pada waktu yang kedua, seolah-olah ia bersedekah dengan sapi.
Barang siapa pergi pada waktu ketiga, seolah-olah ia bersedekah dengan kambing yang bertanduk. Barang siapa pergi pada waktu keempat, seolah-olah ia bersedekah dengan ayam. Barang siapa pergi pada waktu kelima, seolah-olah ia bersedekah dengan telur…
” [Shahih Al-Bukhari no. 881]

Disunnahkan juga untuk tetap shalat tahiyatul masjid walau khatib Jumat sudah naik mimbar berdasarkan hadis dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, ada seseorang yang datang dan saat itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berkhutbah pada hari Jumat. Nabi bertanya padanya (di tengah-tengah khutbah): “Apakah engkau sudah shalat wahai fulan?” Jawabnya: “Belum.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas memerintahkan: “Berdirilah, shalatlah.” [HR. Bukhari]

•> Diam Saat Berlangsungnya Khutbah.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila kamu mengatakan kepada temanmu di hari Jumat, ‘Diamlah kamu!’ dalam keadaan imam sedang berkhutbah maka kamu telah berkata yang sia-sia.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Tidak bermain-main saat berlangsungnya khutbah karena akan mengganggu konsentrasi. Demikian pula tidak melakukan sesuatu yang bisa menyibukkan dari mendengar khutbah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa memegang/menyentuh kerikil maka dia telah melakukan perkara yang sia-sia.” [Shahih Sunan Ibnu Majah no. 901 dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu]

•> Waktu Mustajab Berdoa di Hari Jumat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hari Jumat itu dua belas jam. Tidak ada seorang Muslim pun yang memohon sesuatu (berdoa) kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka carilah di akhir waktu tersebut, yaitu setelah Asar.” [HR. Abu Dawud no. 1048]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

✒️ Disusun: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?

Affni Ummu Khayra

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.