Site Loader

🔖 Khudz Aqidataka (Ambillah Aqidahmu)

SUNNAH & BID’AH

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Soal: Apakah ada bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) di dalam agama ini?

Jawaban: Tidak ada bid’ah hasanah di dalam agama ini. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَـكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَ تْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَـكُمُ الْاِ سْلَا مَ دِيْنًا ۗ 

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmatKu bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” [QS. Al-Ma’idah: 3]

Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

“Setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan di neraka.” [Shahih riwayat Ahmad dan selain beliau]

Soal: Apakah bid’ah dalam agama itu?

Jawaban: Bid’ah dalam agama adalah penambahan dan pengurangan di dalamnya. Allah Ta’ala berfirman mengingkari bid’ah kaum musyrikin:

اَمْ لَهُمْ شُرَكٰٓ ؤُا شَرَعُوْا لَهُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِۢهِ اللّٰهُ ۗ 

“Apakah mereka memiliki sekutu-sekutu yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak Allah izinkan.” [QS. Asy-Syura: 21]

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” [Mutafaqun Alaih]

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” [HR. Muslim]

Radd (tertolak) yakni tidak diterima.

Soal: Apakah di dalam Islam ada sunnah hasanah (sunnah yang baik)?

Jawaban: Ya, di dalam Islam ada sunnah hasanah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ

“Barang siapa mencontohkan dalam Islam suatu contoh yang baik, maka ia akan mendapatkan pahalanya, dan pahala orang yang melakukannya setelahnya, tanpa berkurang sesuatu apapun dari pahala mereka.” [HR. Muslim]

Soal: Kapan kaum Muslimin akan menang?

Jawaban: Kaum Muslimin akan menang apabila mereka kembali mengamalkan Kitab Rabb mereka dan sunnah Nabi mereka shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan mereka menyebarkan tauhid dan berhati-hati dari kesyirikan dalam rupa yang bermacam-macam. Dan mereka mempersiapkan kekuatan semampu mereka untuk menghadapi musuh-musuh mereka.

Allah Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَا مَكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” [QS. Muhammad: 7]

Allah Ta’ala juga berfirman: “Allah menjanjikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan yang beramal shaleh bahwa Dia benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan Dia benar-benar akan mengokohkan untuk mereka agama yang Dia ridhai. Dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka setelah mereka ketakutan menjadi aman. Mereka tetap beribadah kepadaKu dan mereka tidak menyekutukan sesuatu pun dengan Aku.” [QS. An-Nur: 55]

PENUTUP (Doa Mustajab)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ

“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam), dan anak hamba perempuanMu (Hawa), ubun-ubunku berada di tanganMu, hukumMu berlaku terhadap diriku, dan ketetapanMu adil pada diriku. Aku memohon kepadaMu dengan segala Nama yang menjadi milikMu, yang Engkau namai diriMu dengannya, atau yang Engkau turunkan di dalam kitabMu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisiMu, maka aku mohon dengan itu agar Engkau jadikan Al-Quran sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku, pelipur kesedihanku, dan penghilang bagi kesusahanku.” [HR. Ahmad]

Demikian akhir pembahasan Kitab “Ambillah Aqidahmu dari Al-Quran & As-Sunnah yang Shahih.” Karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu rahimahullah. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua dan semoga Allah Ta’ala menunjuki kita pada jalan yang lurus dan dapat menambah ilmu dan menambah keimanan kita serta kita tetap istiqomah di atas aqidah dan As-Sunnah yang shahih. Wallahu a’lam.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📓 Disalin dari Kitab Ambillah Aqidahmu dari Al-Quran & As-Sunnah yang Shahih Karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu rahimahullah.

✒️ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Oktober 2019
S M S S R K J
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031