SHALAT WITIR SEBELUM TIDUR

โœ‰๏ธ Soal Jawab

๐Ÿ›๏ธ SHALAT WITIR SEBELUM TIDUR

Bismillah
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

PERTANYAAN:
Bagaimana penjelasan tentang shalat witir sebelum tidur?

Dari Septi – Member PSM 7

JAWABAN:

ูˆุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Thoyyib, shalat witir sebelum tidur hukumnya boleh. Ada beberapa dalil, di antaranya hadis dari Abu Hurairah tentang wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepadanya. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata:

ุฃูŽูˆู’ุตูŽุงู†ูู‰ ุฎูŽู„ููŠู„ูู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุจูุซูŽู„ุงูŽุซู ุตููŠูŽุงู…ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ุŒ ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽู‰ู ุงู„ุถู‘ูุญูŽู‰ ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃููˆุชูุฑูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุงู…ูŽ

“Kekasihku yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku tiga wasiat: (1) Berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) Mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha, (3) Mengerjakan witir sebelum tidur.” [HR. Bukhari no. 1981]

Dari Abu Bashra radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฒูŽุงุฏูŽูƒูู…ู’ ุตูŽู€ู„ุงูŽุฉู‹ุŒ ููŽุตูŽู„ู‘ููˆู’ู‡ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุนูู€ุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู.

“Sesungguhnya Allah Taโ€™ala telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat witir, maka shalat witirlah kalian antara waktu shalat Isya hingga shalat Subuh.”

Namun yang paling utama adalah mengakhirkan pelaksanaan shalat witir hingga akhir malam, hal itu diperuntukkan bagi orang yang yakin bahwa dirinya akan bangun di akhir malam. Ini berdasarkan hadis Jabir radhiallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุงููŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽู‚ููˆู’ู…ูŽ ุขุฎูุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูุŒ ููŽู„ู’ูŠููˆู’ุชูุฑู’ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุทูŽู…ูุนูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู’ู…ูŽ ุขุฎูุฑูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠููˆู’ุชูุฑู’ ุขุฎูุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉูŽ ุขุฎูุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ู…ูŽุดู’ู‡ููˆู’ุฏูŽุฉูŒุŒ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู.

“Barang siapa yang khawatir tidak bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia melakukan shalat witir pada awal malam. Dan barang siapa yang bersikeras untuk bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia melakukan shalat witir pada akhir malam, karena shalat di akhir malam itu disaksikan (oleh para Malaikat), dan hal itu adalah lebih utama.” [HR. Muslim]

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

โœ๐Ÿป Dijawab oleh: Alfaqir ilallah Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“ Referensi: Tanya Jawab WAGrup Permata Sunnah Muslimah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *