SHALAT SUNNAH SESUDAH SHALAT MAGRIB DAN ISYA

๐Ÿ“” Kitab Shalat

๐Ÿ•‹ BAB: SHALAT TATHAWWU (SUNNAH)

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

๐Ÿ’  Shalat Sunnah Sesudah Shalat Magrib dan Isya

Shalat sunnah sesudah Magrib dan Isya juga termasuk shalat sunnah rawatib muakkad (ditekankan) untuk dikerjakan.

Terdapat beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnah dua rakaat setelah shalat Magrib. Salah satu riwayat itu adalah hadis Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, dia berkata: โ€œAku ingat sepuluh rakaat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamโ€ฆ.โ€ Yang di antaranya ia menyebutkan dua rakaat setelah shalat Magrib. [HR. Bukhari, no. 1180]

โ–ช๏ธŽ Dianjurkan untuk mengerjakannya di rumah

Telah disinggung sebelumnya mengenai anjuran untuk mengerjakan shalat sunnah di rumah. Selain itu, ada juga riwayat-riwayat yang secara khusus menjelaskan anjuran untuk mengerjakan shalat sunnah dua rakaat setelah Magrib di rumah.

Dari Ka’ab bin Ujrah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi Masjid Bani Abdul Asyhal dan beliau mengerjakan shalat Magrib di sana. Setelah shalat, beliau melihat mereka mengerjakan shalat sunnah setelah Magrib. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ู‡ูŽุฐูู‡ู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุจููŠููˆู’ุชู

โ€œIni adalah shalat yang dikerjakan di rumah.โ€ [HR. Abu Dawud Shahih Sunan Abi Dawud, no. 1115]

Dalam riwayat lain, dari hadis Rafi bin Khadij, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kami di Kampung Bani Abdul Asyhal. Beliau mengimami shalat Magrib di masjid kami. Setelah itu, beliau bersabda: โ€œKerjakanlah dua rakaat itu di rumah kalian.โ€ [HR. Ahmad]

โ–ช๏ธŽ Shalat sunnah sesudah Isya.

Sebelumnya telah disebutkan beberapa riwayat tentang shalat sunnah dua rakaat setelah shalat Isya. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, dia berkata:

ุญูŽููุธู’ุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽ ุฑูŽูƒูŽุนูŽุงุชู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูุŒ ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูุŒ ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุนูุดูŽุงุกู ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูุŒ ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญู

โ€œAku menghafal dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam sepuluh rakaat (sunnah rawatib), yaitu dua rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat sesudah Zuhur, dua rakaat sesudah Magrib di rumahnya, dua rakaat sesudah Isya di rumahnya, dan dua rakaat sebelum Subuh.โ€ [HR. Bukhari, no. 1180]

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ“‘ Referensi: Buku “Ensiklopedi Fiqh Praktis Menurut Al-Quran & As-Sunnah.” Karya Syaikh Husain bin Audah Al-Awaisyah. Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

โœ’ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *