Site Loader
Share?

🔖 Fiqh Shalat

📝 RUKUN-RUKUN SHALAT

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Rukun-rukun shalat adalah perbuatan dan ucapan di dalam ibadah shalat yang tidak dapat ditinggalkan sama sekali, baik disebabkan ketidaktahuan, tidak sengaja, atau karena lalai. Sehingga, andai satu rukun saja diabaikan, maka shalatnya batal dan dinyatakan tidak sah menurut hukum syar’i.

Rukun-rukun tersebut akan kita jelaskan secara singkat sebagai berikut:

1• Takbiratul Ihram.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada orang yang buruk shalatnya: “Jika engkau hendak shalat, maka bertakbirlah.” [HR. Bukhari dan Muslim]

2• Berdiri Bagi yang Mampu Saat Mengerjakan Shalat Wajib.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صَلِّ قَـائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

“Shalatlah sambil berdiri. Jika engkau tidak bisa, maka (shalatlah) sambil duduk. Jika tidak bisa, maka (shalatlah) dengan (tidur) miring (yaitu di atas tubuh bagian kanan dengan wajah menghadap kiblat).” [HR. Bukhari, no. 1117]

3• Membaca Surah Al-Fatihah Pada Setiap Rakaat.
Dari Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بَفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

“Tidak (sah) shalat orang yang tidak membaca fatihatul kitab (Al-Faatihah).” [Mutafaq Alaihi]

4• Rukuk Serta Thumaninah Ketika Rukuk.
Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” [QS. Al-Hajj: 77]

Juga sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang buruk shalatnya: “Kemudian rukuklah hingga kau merasa tenang dalam rukukmu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

5• I’tidal (Berdiri Tegak Setelah Rukuk) Sambil Thumaninah Ketika I’tidal.
Dari Abu Mas’ud Al-Anshari radhiallahu ‘anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak diganjar shalat seseorang yang tidak menegakkan punggungnya dalam rukuk dan sujud.” [HR. Ahmad, IV/23]

6• Sujud Serta Thumaninah Ketika Sujud.
Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا

“Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu.” [QS. Al-Hajj: 77]

Juga sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap orang yang buruk shalatnya: “Kemudian bersujudlah hingga engkau thumaninah dalam sujudmu. Lalu bangkitlah hingga engkau thumaninah dalam dudukmu. Lantas bersujudlah hingga engkau thumaninah dalam sujudmu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

7• Duduk di Antara Dua Sujud Serta Thumaninah.
Ini berdasarkan perintah beliau pada orang yang buruk shalatnya agar melakukan hal ini, sebagaimana telah dibicarakan dalam pembahasan sujud.

8• Tasyahud Akhir.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِى الصَّلاَةِ فَلْيَقُلِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ

“Jika salah seorang antara kalian duduk (tasyahud) dalam shalat, maka ucapkanlah ‘At tahiyatu lillah…’.” [HR. Bukhari dan Muslim]

9• Shalawat Untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Setelah Tasyahud Akhir.
Berdasarkan hadis Fadhalah bin Ubaid Al-Anshari: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki yang sedang shalat. Dia tidak memuji dan mengagungkan Allah. Tidak pula bershalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia lalu pergi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata: “Orang ini terlalu tergesa-gesa.” Kemudian beliau memanggilnya lalu berkata kepadanya dan kepada selainnya: “Jika salah seorang di antara kalian shalat, hendaklah ia memulai dengan sanjungan dan pujian pada Rabbnya lalu bershalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu dia boleh berdoa sesuka hatinya.” [Sanadnya Shahih: Shifatush Shalaah, no. 128. Cet. Maktabah Al-Ma’arif]

10• Salam.
Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مِفْتَـاحُ الصَّلاَةِ الطَّهُوْرُ، وَالتَّحْرِيْمُهَا التَّكْبِيْرُ، وَالتَّحْلِيْلُهَا التَّسْلِيْمُ

“Kunci shalat adalah bersuci. Pengharamnya adalah takbir dan penghalalnya adalah salam.” [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi]

Adapun perincian tentang rukun-rukun shalat beserta dalilnya insya Allah akan dijelaskan pada Bab berikutnya, yaitu tentang “Sifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Semoga dimudahkan, Aamiin.

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🗃 Referensi:
• Fiqh Shalat Berdasarkan Al-Quran & As-Sunnah. Karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Penerbit Media Tarbiyah.
• Referensi lainnya.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Maret 2020
S M S S R K J
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
29