PUASA SAAT SAFAR (DALAM PERJALANAN)

๐ŸŽ Mutiara Hadis

๐Ÿš— PUASA SAAT SAFAR (DALAM PERJALANAN)

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Dari Abu Dardaโ€™, beliau berkata: โ€œKami pernah keluar bersama Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam di beberapa safarnya pada hari yang cukup terik. Sehingga ketika itu orang-orang meletakkan tangannya di kepalanya karena cuaca yang begitu panas. Di antara kami tidak ada yang berpuasa. Hanya Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam saja dan Ibnu Rowahah yang berpuasa ketika itu.โ€ [HR. Bukhari no. 1945 dan Muslim no. 1122]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi bersama para Sahabat pada bulan Ramadhan pada siang hari yang panas menyengat, karena panasnya, tak seorang pun di antara mereka yang berpuasa kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abdullah bin Rawahah Al-Anshary radhiallahu ‘anhu.

Keduanya sabar menghadapi terik matahari dan keduanya tetap berpuasa. Hal ini menunjukkan bolehnya berpuasa dalam perjalanan, meskipun dengan tingkat kesulitan yang tinggi, asalkan tidak mengancam keselamatan jiwa.

Dari Jabir bin Abdillah dia berkata: Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ketika bersafar melihat orang yang berdesak-desakan. Lalu ada seseorang yang diberi naungan. Lalu Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengatakan: โ€œSiapa ini?โ€ Orang-orang pun mengatakan: โ€œIni adalah orang yang sedang berpuasa.โ€ Kemudian Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุจูุฑู‘ู ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู ููู‰ ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑู

โ€œBukanlah suatu yang baik jika seseorang berpuasa ketika dia bersafar (dalam perjalanan).โ€ [HR. Bukhari no. 1946 dan Muslim no. 1115] 

Dalam lafaz Muslim disebutkan: “Hendaklah kalian melaksanakan rukhsah yang diberikan Allah kepada kalian.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam salah satu perjalanannya, lalu dia melihat beberapa orang bergerombol dan ada seseorang yang dilindungi dari panas matahari. Lalu beliau bertanya tentang keadaannya. Maka mereka menjawab: โ€œDia sedang berpuasa dan dahaga telah menyerangnya hingga keadaannya seperti ini.โ€

Maka beliau bersabda: โ€œPuasa dalam perjalanan bukan termasuk kebajikan, tapi hendaklah kalian melaksanakan rukhsah Allah yang diberikan kepada kalian, karena Dia tidak menghendaki ibadah kepadaNya dari kalian sebagai siksaan bagi diri kalian.โ€

<โ€ข> Kesimpulan Hadis:
1โ€ข Boleh berpuasa dalam perjalanan dan boleh melaksanakan rukhsah dengan tidak berpuasa.

2โ€ข Puasa dalam perjalanan bukan termasuk kebajikan. Tapi kalaupun sanggup berpuasa, maka puasa itu tetap diperbolehkan dan kewajiban menjadi gugur.

3โ€ข Yang lebih baik ialah melaksanakan rukhsah Allah, yang dimaksudkan sebagai keringanan bagi hamba-hambaNya.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ““ Referensi: Buku “Syarah Hadits Pilihan Bukhari-Muslim. Kitab Puasa.” Karya Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih Ali Bassam. Penerbit: Darul Falah.

โœ’ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *