PRAKTIK SIFAT SHALAT NABI: MEMBACA AAMIIN DAN IMAM MEMBACANYA DENGAN KERAS

๐Ÿ”– Fiqh Shalat

๐Ÿ’ฌ PRAKTIK SIFAT SHALAT NABI: MEMBACA AAMIIN DAN IMAM MEMBACANYA DENGAN KERAS

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Diriwayatkan dari Wa’il bin Hujr radhiallahu ‘anhu, ia berkata, Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai membaca: “Waladhdhaalliin,” kemudian beliau mengucapkan: “Aamiin,” dengan memanjangkan (dan mengeraskannya). [HR. Ahmad (IV/316) dan Abu Dawud (no. 932)]

Dan diriwayatkan dari Abu Salamah dan Sa’id bahwa Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila usai membaca Ummul Quran (surah Al-Fatihah), beliau pun mengangkat suaranya dan mengucapkan, Aamiin.” [Sanadnya hasan: HR. Ad-Daraqutni (no. 1258) dan Al-Hakim (I/223)]

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan makmum untuk menggucapkan Aamiin, segera setelah imam mengucapkan Aamiin. Hal ini berdasarkan beberapa hadis berikut ini:
โ€ข Hadis pertama: Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู…ู‘ูŽู†ูŽ ุงู’ู„ุฅูู…ูŽุงู…ู ููŽุฃูŽู…ู‘ูู†ููˆุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูˆูŽุงููŽู‚ูŽ ุชูŽุฃู’ู…ููŠู†ูู‡ู ุชูŽุฃู’ู…ููŠู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉู ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู

“Apabila imam mengucapkan Aamiin, maka ucapkanlah Aamiin, karena barang siapa yang Aamiinnya bertepatan dengan Aamiinnya Malaikat, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

โ€ข Hadis kedua: Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฅูุฐุงูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู’ู„ุฅูู…ูŽุงู…ู : {ุบูŽูŠุฑู’ู ุงู„ู…ูŽุบุถููˆู’ุจู ุนูŽู„ูŽูŠู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ุงู„ุถู‘ูŽุงู„ู‘ููŠู†ูŽ} ููŽู‚ููˆู’ู„ููˆู’ุง ุขู…ูŠู’ู†ูŽ . ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูˆูŽุงููŽู‚ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ู‚ูŽูˆู’ู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉู ุบูููุฑูŽ ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู

โ€œApabila imam mengucapkan: ‘Ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaallin’, maka ucapkanlah: ‘Aamiin’, karena barang siapa yang Aamiinnya bertepatan dengan ucapan Aamiinnya Malaikat, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

โ€ข Hadis ketiga: Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian mengucapkan, ‘Aamiin,’ dan Malaikat di langit juga mengucapkan, ‘Aamiin,’ lalu kedua bacaan itu bersamaan, maka diampunilah dosanya yang telah lalu.” [HR. Bukhari, no. 781 dan Muslim, no. 410]

โ€ข Hadits keempat: Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah kepada kami menjelaskan Sunnah-sunnah kami dan shalat kami. Beliau bersabda: “Jika kalian hendak shalat, maka luruskanlah shaff (barisan) kalian, dan hendaklah salah seorang dari kalian menjadi imam. Jika ia (imam tersebut) bertakbir, maka bertakbirlah kalian. Dan jika ia mengucapkan: ‘Ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalliin.’ Maka ucapkanlah: ‘Aamiin,’ niscaya Allah akan mengabulkan permohonan kalian.” [HR. Muslim, no. 404 dan Ahmad, IV/409]

โ— Fawaaid Hadis tentang Membaca Aamiin:

1โ€ข Ucapan Aamiin tidak termasuk bagian dari surah Al-Fatihah.

2โ€ข Makna Aamiin ialah kabulkanlah ya Allah.

3โ€ข Apabila seseorang selesai membaca Al-Fatihah dalam shalat, diperintahkan untuk membaca Aamiin, baik shalat sendirian maupun berjamaah.

4โ€ข Imam diperintahkan membaca Aamiin dengan keras agar makmum mendengar ucapan Aamiinnya imam.

5โ€ข Makmum mengucapkan Aamiin dengan keras bersamaan dengan Aamiinnya imam.

6โ€ข Makmum tidak boleh mendahului imam dalam mengucapkan Aamiin.

7โ€ข Hadis-hadis di atas menjelaskan bahwa imam dan makmum dan juga orang yang shalat sendirian bila selesai membaca (ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ุถู‘ูŽุงู„ู‘ููŠู†ูŽ) langsung membaca Aamiin, tidak membaca: ‘Robbi ghfirlii aamiin’ karena riwayatnya lemah.

8โ€ข Sesungguhnya malaikat juga mengucapkan Aamiin, dan bila Aamiinnya imam dan makmum bersamaan dengan Aamiinnya para malaikat, maka permohonan hamba akan dikabulkan.

9โ€ข Hadis-hadis di atas sebagai bantahan bagi orang-orang Syiah yang mengatakan bahwa ucapan Aamiin membatalkan shalat, karena itu mereka tidak mengucapkan Aamiin.

10โ€ข Yang paling dibenci oleh orang Yahudi adalah ucapan salam: ยซ ุงูŽู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ยป ‘Assalaamu alaikum’ dan ucapan ‘Aamiin’ di belakang imam.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ—ƒ Referensi: Buku “Fiqh Shalat Berdasarkan Al-Quran & As-Sunnah.” Karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Penerbit Media Tarbiyah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?

Affni Ummu Khayra

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.