PERUMPAMAAN ORANG YANG BERDOA KEPADA SELAIN ALLAH

🛣 JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Bagian 16: Perumpamaan Orang yang Berdoa Kepada Selain Allah

Allah Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ يَّخْلُقُوْا ذُبَا بًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ۗ وَاِ نْ يَّسْلُبْهُمُ الذُّبَا بُ شَيْـئًـا لَّا يَسْتَـنْـقِذُوْهُ مِنْهُ ۗ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَا لْمَطْلُوْبُ

“Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.” [QS. Al-Hajj 22: Ayat 73]

Allah menyeru kepada segenap umat manusia agar mendengarkan perumpamaan agung yang telah dibuatNya, dengan mengatakan: “Sesungguhnya para wali dan orang-orang shalih serta lainnya yang kamu berdoa kepadanya agar menolongmu saat kamu berada dalam kesulitan, sungguh mereka tak mampu melakukannya. Meskipun sekedar menciptakan makhluk yang sangat kecil pun mereka tidak bisa. Menciptakan lalat, misalnya. Bahkan jika lalat itu mengambil dari mereka sejumput makanan atau minuman, mereka tak mampu merebutnya kembali. Ini merupakan bukti atas kelemahan mereka, juga kelemahan lalat. Jika demikian halnya, bagaimana mungkin engkau berdoa kepada mereka, sebagai sesembahan selain Allah?”

Perumpamaan di atas merupakan pengingkaran dan penolakan yang amat keras terhadap orang yang berdoa dan memohon kepada selain Allah, baik kepada para Nabi atau Wali.

Allah Ta’ala berfirman:

لَهٗ دَعْوَةُ الْحَـقِّ ۗ وَا لَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ لَا يَسْتَجِيْبُوْنَ لَهُمْ بِشَيْءٍ اِلَّا كَبَاسِطِ كَفَّيْهِ اِلَى الْمَآءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَا لِـغِهٖ ۗ وَمَا دُعَآءُ الْكٰفِرِيْنَ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ

“Hanya kepada Allah doa yang benar. Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apa pun bagi mereka, tidak ubahnya seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air agar (air) sampai ke mulutnya. Padahal air itu tidak akan sampai ke mulutnya. Dan doa orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.” [QS. Ar-Ra’d: Ayat 14]

Ayat di atas mengandung pengertian bahwa doa yang ia merupakan ibadah, wajib hanya ditujukan kepada Allah semata. Orang-orang yang berdoa dan memohon kepada selain Allah, tidak mendapatkan manfaat dari orang-orang yang mereka sembah. Mereka tidak bisa memperkenankan doa barang sedikitpun.

Menurut riwayat dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu (menjelaskan perumpamaan orang yang berdoa kepada selain Allah) yaitu seperti orang yang ingin mendapatkan air dari tepi sumur (hanya) dengan tangannya. Maka hanya dengan tangannya itu, tentu dia tidak akan mendapatkan air selama-lamanya, apakah lalu air itu bisa sampai ke mulutnya?

Menurut Mujahid: “(Seperti orang yang) meminta air dengan lisannya sambil menunjuk-nunjuk air tersebut (tanpa berikhtiar selainnya), maka selamanya air itu tak akan sampai padanya.” [Tentang riwayat Ali bin Abi Thalib dan Mujahid dalam persoalan ini, lihat Tafsir Ibnu Katsir, II/667]

Selanjutnya Allah menetapkan, bahwa hukum orang-orang yang berdoa kepada selain Allah adalah kafir, doa mereka hanya sia-sia belaka.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا دُعَآءُ الْكٰفِرِيْنَ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ

“Dan doa orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.” [QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 14]

Maka dari itu, wahai saudaraku sesama muslim, jauhilah dari berdoa dan memohon kepada selain Allah. Karena hal itu akan menjadikanmu kafir dan tersesat. Berdoalah hanya kepada Allah semata, sehingga engkau termasuk orang-orang beriman yang mengesakanNya.

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📚 Referensi: Kitab Minhaj al-Firqah an-Najiyah wa Ath-Tha’ifah al-Manshurah (Jalan Golongan Yang Selamat). Karya Muhammad bin Jamil Zainu. Pustaka Darul Haq

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Bagikan artikel ini ?
Abu Royhan

Abu Royhan

Pemilik dan Pengasuh Situs Web PermataSunnah.com (Mulia dengan Manhaj Salaf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *