Panduan Menuntut Ilmu Bag.2

PANDUAN MENUNTUT ILMU – Bagian 2

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Ilmu Yang Bermanfaat ialah ilmu yang diatas dalil-dalil yang shohih atau ilmu yang dibawah oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tanda-tanda ilmu yang bermanfaat adalah:

1. Orang yang bermanfaat ilmunya tidak peduli terhadap kedudukan, benci terhadap pujian manusia, tidak menganggap dirinya suci, tidak sombong terhadap orang lain  dengan ilmu yang dimilikinya.

2. Pemilik ilmu yang bermanfaat, apabila ilmunya bertambah, maka bertambah pula sikap tawadhunya, rasa takut, kehinaan, dan ketundukan di hadapan Allah.

3. Ilmu yang bermanfaat mengajak pemiliknya lari dari dunia.

4. Pemilik ilmu yang bermanfaat tidak mengaku-ngaku memiliki ilmu dan tidak berbangga dengan ilmunya.

Tingkatan-Tingkatan Ilmu:

1. Mendengar pelajaran dengan baik.

2. Memahami pelajaran yang disampaikan dengan baik.

3. Komitmen untuk menghafal agar ilmu tidak hilang.

4. Menyampaikan atau menyebarkan ilmu dengan sabar.

Cara Memperoleh Ilmu Yang Syar’i yaitu dengan cara:

1. Mengkaji dari kitab-kitab terpercaya.

2. Mengkaji ilmu dari seorang guru yang terpercaya dalam ilmu dan agamanya.

Kiat-Kiat Meraih Ilmu Syar’i:

1. Wajib ikhlas dalam menuntut ilmu (Al-Bayyinah:5).

2. Berdoa kepada Allah untuk diberi ilmu yang bermanfaat. Sebagaimana doa dalam Al-Quran:

وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

“Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” [QS. Ta-Ha 20: Ayat 114]

Dan doa yang senangtiasa yang diucapkan oleh Rasulullah:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima.”  [HR. Ibnu Majah dan ahli hadits yang lain. Lihat kitab Shahih Ibnu Majah 1/152 dan Majma’uz Zawaaid 10/111]

3. Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan rindu untuk mendapatkannya keutamaannya. Seorang ulama pernah berkata bahwa ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang dimanjakan (dengan santai).

4. Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertaqwa kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّـكُمْ فُرْقَانًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ۗ  وَ اللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar.” [QS. Al-Anfal 8: Ayat 29]

Imam Ibnul Qoyyim berkata seseorang terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebabkan banyak melakukan dosa dan maksiat.

4. Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu. Imam Mujahid berkata: Tidak akan mendapatkan ilmu orang yang malu dan orang yang sombong.

5. Mendengarkan dengan baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh, atau guru.

6. Diam ketika pelajaran disampaikan

وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ

“Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” [Al-Araf:204]

Bahkan Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Seorang murid tidak boleh mengangkat suara tanpa keperluan, tidak boleh tertawa, tidak boleh banyak berbicara tanpa kebutuhan, bahkan ia harus menghadapkan wajahnya kearah gurunya.”

7. Berusaha memahami ilmu syar’i yang disampaikan.

Kiat untuk memahami ilmu yang disampaikan yaitu:
• Mencari tempat duduk yang tepat di hadapan guru.
• Memperhatikan penjelasan guru dengan baik.
• Tidak banyak bertanya pada saat pelajaran disampaikan.
• Tidak mengambil aktivitas lain ketika pelajaran disampaikan.
• Mengulang pelajaran setelah kajian selesai.
• Bersungguh-sungguh mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.
• Menghafalkan ilmu syar’i yang disampaikan.
• Mengikat ilmu dengan tulisan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

“Ikatlah ilmu dengan dengan menulisnya.” [Silsilah Ash-Shahiihah no. 2026]

• Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.
• Mendakwahkan ilmu dengan sabar.

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” [An-Nahl : 125]

Seseorang yang ingin menyampaikan ilmu syar’i, maka ia harus terlebih dahulu untuk mengilmui hal tersebut. Syarat untuk mendakwahkan ilmu ada empat, yaitu:
a. Niat yang ikhlas.
b. Aqidahnya benar.
c. Manhajnya benar.
d. Beramal dengan benar.

Semoga Allah menunjuki kita pada jalan yang lurus dan semoga dapat menambah ilmu dan menambah keimanan kita dan kita tetap istiqomah di atas aqidah dan As-Sunnah yang shohih. Wallahu a’lam.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Referensi:“MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SURGA” Oleh: Ust. Yazid bin Abdul Qodir Jawas.

Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Bagikan artikel ini ?
Abu Royhan

Abu Royhan

Pemilik dan Pengasuh Situs Web PermataSunnah.com (Mulia dengan Manhaj Salaf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *