MEREMEHKAN ZAKAT DAN TIDAK MENGELUARKAN PADA WAKTUNYA

📌 234 Kesalahan

💶 MEREMEHKAN ZAKAT DAN TIDAK MENGELUARKAN PADA WAKTUNYA

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Hal ini merupakan kemungkaran dan perbuatan maksiat. Zakat adalah rukun Islam yang ketiga dan merupakan hak dari harta. Maka seorang Muslim diwajibkan mengeluarkan zakat pada waktunya dan wajib diberikan kepada yang berhak menerimanya.

Zakat adalah untuk menyucikan jiwanya dan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Allah Ta’ala telah mengancam dengan azab yang pedih kepada orang yang tidak menunaikannya (semoga Allah melindungi kita).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآ ءَاتٰىهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِۦ هُوَ خَيْرًا لَّهُم بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِۦ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلِلَّهِ مِيرٰثُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karuniaNya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat. Milik Allah lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” [QS. Ali Imran: 180]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَا لَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَا لْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَا بٍ اَلِيْمٍ 

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.” [QS. At-Taubah: 34]

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang memiliki emas dan perak, tetapi dia tidak membayar zakatnya, niscaya di hari kiamat akan dibuatkan setrika api untuknya yang dinyalakan di dalam Neraka, lalu disetrikakan ke perut, dahi dan punggungnya. Setiap setrika itu dingin, maka akan dipanaskan kembali lalu disetrikakan kembali kepadanya setiap hari (di mana sehari setara lima puluh tahun di dunia) hingga perkaranya diputuskan. Setelah itu, barulah ia melihat jalannya keluar, adakalanya ke Surga dan adakalanya ke Neraka.” [HR. Muslim: 987]

Waktu ditunaikannya zakat mata uang (dan yang sama hukumnya) adalah menunggu satu haul, yaitu satu tahun putaran. Maka setiap tahun seorang Muslim wajib membayar zakatnya jika telah sampai nishab (batas minimal zakat), dan memberikannya kepada yang berhak dari delapan golongan yang telah ditetapkan. Tidak halal baginya terlambat mengeluarkan zakat dari waktunya, kecuali bila ada uzur syar’i.

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📕 Referensi: Buku “234 Kesalahan.” Bab: Kesalahan dalam Zakat. Karya Shalih bin Abdul Aziz bin Muhammad Alu Syaikh.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *