Site Loader
Share?

MENGINGAT KEMATIAN

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Kita hidup di dunia ini tidaklah selamanya, akan tiba masanya nanti kita akan berpisah dengan dunia berikut isinya. Perpisahan itu terjadi saat kematian menjemput, tanpa ada seorang pun yang dapat menghindar darinya karena kematian merupakan ketetapan Allah yang tidak dapat kita hindari.

Setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang pun yang bisa selamat dari kematian, walaupun ia berusaha lari darinya. Karena kematian akan datang tiba-tiba dalam waktu yang telah ditentukan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” [QS. Ali Imran: 185]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” [QS. An Nisaa: 78]

Ayat di atas merupakan ayat yang agung di mana apabila kita membacanya, maka mata akan menjadi berkaca-kaca. Apabila didengar oleh hati seorang mukmin, maka ia akan gemetar. Namun apabila didengar oleh seseorang yang lalai, maka ia tidak akan peduli bahwa kematian itu akan menemuinya.

Oleh karena itu seorang Muslim hendaknya senantiasa banyak mengingat kematian. Karena orang yang cerdas itu ialah orang yang senantiasa mengingat kematian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.” [HR. Tirmidzi]

Dari sahabat Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu beliau bercerita, Aku sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian datang seorang laki-laki lalu ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya: “Wahai Rasulullah! Siapa orang mukmin yang paling utama?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Orang yang paling baik akhlaknya.” Orang itu bertanya lagi: “Lalu siapa orang mukmin yang paling cerdas?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُوْلَئِكَ الْأَكْيَاسُ

“Orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik persiapannya untuk menghadapi apa yang terjadi setelahnya. Mereka itulah orang yang paling cerdas.” [HR. Ibnu Majah]

Imam Al-Qurthubi rahimahullah menyebutkan dalam Kitabnya At-Tadzkiroh perkataan Ad-Daqoq rahimahullah yang menerangkan keutamaan seseorang hamba yang banyak mengingat mati. Ad-Daqqaq rahimahullah berkata: Barang siapa yang banyak mengingat kematian maka dimuliakan dengan tiga hal:
1• Menyegerakan taubat,
2• Hati yang qona’ah (selalu merasa cukup),
3• Semangat dalam ibadah.

Sedangkan kebalikannya adalah orang yang melupakan kematian, maka ia terkena hukuman:
1• Menunda-nunda taubat,
2• Tidak mau ridha dan merasa cukup terhadap apa yang Allah beri,
3• Bermalas-malasan dalam ibadah.
[Kitab At-Tadzkiroh fi Ahwal Al-Mauta wa Umuuri Al-Akhiroh. Karya imam Al-Qurthubi, hal. 9]

Maka dari itu, umur yang semakin berkurang dan kematian pasti akan menjemput sedangakan dosa terus bertambah. Lakukanlah taubat sebelum ajal menjemput kita. Marilah kita tingkatkan amalan shaleh kita sebagai bekal nanti menuju akhirat yang abadi.

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

✒️ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Desember 2019
S M S S R K J
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031