Site Loader
Share?

📌 234 Kesalahan

🧰 MENGERJAKAN PERBUATAN-PERBUATAN BID’AH LAINNYA

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Di antara amalan-amalan yang tidak ada tuntunan dari syariat agama kita yaitu:

1• Menghidupkan malam pertengahan bulan Sya’ban

Perbuatan mengkhususkan suatu amalan seperti ini tidak ada dalilnya, ini termasuk perbuatan bid’ah. Hadis-hadis yang membahas masalah ini tidak ada yang shahih menurut para Ulama. Maka dari itu perbuatan seperti ini terlarang karena dihukumi bid’ah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ

“Jauhilah dengan perkara (agama) yang diada-adakan karena setiap perkara (agama) yang diada-adakan adalah bid’ah.” [HR. At-Tirmidzi]

2• Mengkhususkan bulan Rajab dengan puasa

Hal ini termasuk perkara bid’ah. Tidak ada hadis yang shahih yang menjelaskan keutamaan berpuasa pada bulan Rajab. Bahkan, hadis yang ada sangatlah lemah dan tidak bisa dijadikan rujukan.

3• Mengkhususkan hari Minggu atau bulan-bulan tertentu dengan suatu ibadah

Pengkhususan seperti ini adalah bid’ah, karena mengkhususkan satu waktu untuk sebuah ibadah harus berdasarkan syariat. Jika terdapat dalilnya, hendaknya dilaksanakan. Jika tidak ada, maka mengamalkan dan mengkhususkannya termasuk bid’ah.

4• Mengerjakan suatu ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah tanpa dasar dari syariat

Semuanya termasuk bid’ah dan bid’ah itu tercela di dalam syariat. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَكُلَّ بدْعَةٍ ضَلاَ لَةُ

“Setiap bid’ah adalah sesat.”

Abdullah bin Umar berkata:

 كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ؛ وَإِنْ رَآهاَ النَّاسُ حَسَنَةً

“Semua bid’ah adalah kesesatan, meski orang-orang menilainya baik (bid’ah hasanah).” [Diriwayatkan oleh Al Laalaka-i dalam Syarh Ushulil I’tiqad]

Hadis di atas menjelaskan secara umum bahwa seluruh perbuatan yang diada-adakan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah sesat. Tidak ada bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) di dalam agama. Seluruhnya jelek, tidak boleh dilakukan.

Setiap kebaikan terdapat dalam mengikuti para shahabat Nabi, sebab merekalah pewaris sekaligus contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hudzaifah ibnul Yaman berkata: “Setiap ibadah yang tidak pernah diamalkan oleh para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, janganlah kalian beribadah dengannya. Karena generasi pertama tak menyisakan komentar bagi yang belakangan. Maka takutlah kepada Allah wahai orang yang gemar beribadah, dan ikutilah jalan orang-orang sebelummu.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Al Ibanah]

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Siapa yang ingin mengikuti ajaran tertentu, hendaklah ia mengikuti ajaran orang yang telah wafat, yaitu para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka ialah sebaik-baik umat ini. Hati mereka paling baik, ilmu mereka paling dalam, dan mereka paling tidak suka berlebihan (takalluf) dalam beragama…” [Diriwayatkan oleh Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah]

Dan alangkah baiknya orang yang berkata: “Setiap kebaikan apabila mengikuti jejaknya orang salaf (terdahulu) dan setiap keburukan apabila mengikuti bid’ahnya orang-orang khalaf (belakangan).”

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📕 Referensi: Buku “234 Kesalahan.” Karya Shalih bin Abdul Aziz bin Muhammad Alu Syaikh.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Desember 2019
S M S S R K J
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031