MENGANGKAT KEDUA TANGAN SAAT BERDOA SESUDAH SHALAT FARDHU

📕 234 Kesalahan

🤲🏻 MENGANGKAT KEDUA TANGAN SAAT BERDOA SESUDAH SHALAT FARDHU

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Salah satu kesalahan di dalam berdoa yaitu mengangkat kedua tangan (ketika berdoa) sesudah shalat fardhu (wajib).

Hal ini termasuk bid’ah, apabila dilakukan secara terus-menerus. Adapun yang sesuai dengan sunnah, setelah shalat wajib hendaknya berzikir dengan istighfar, tahlil, tasbih, tahmid, takbir, dan berdoa sendiri sesuai dengan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa mengangkat kedua tangan.

Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu melaksanakannya. Beliau tidak pernah mengangkat kedua tangan ketika berdoa sesudah shalat wajib. Hal ini tidak boleh dilakukan, karena bertentangan dengan sunnah. Melakukannya secara terus menerus adalah bid’ah.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya: “Apakah ada hadis yang menganjurkan berdoa mengangkat tangan setelah shalat fardhu, sebab ada orang yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengangkat tangan tatkala berdoa setelah shalat fardhu?”

Jawaban beliau rahimahullah:
Sepengetahuan saya tidak ada dalil dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun contoh dari para Sahabat tentang berdoa mengangkat tangan setelah shalat fardhu. Dan apa yang dikerjakan oleh sebagian orang berdoa mengangkat tangan setelah shalat fardhu adalah perbuatan bid’ah berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barang siapa yang mengerjakan amal perbuatan yang bukan dari ajaranku, maka tertolak.” [HR. Bukhari]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Barang siapa yang mengada-ada sesuatu yang bukan dari ajaranku, maka tertolak” (Muttafaqun Alaih).
[Fatawa Islamiyah, 1/319]

Termasuk kesalahan juga dalam berdoa yaitu orang yang mengangkat kedua tangannya ketika berdiri dari rukuk, sebagaimana melakukan qunut. Hal ini tidak ada sunnah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak pernah dilakukan oleh para Khulafaur Rasyidin serta para Sahabat. Karena perbuatan ini termasuk bid’ah sebagaimana hadis di atas.

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📖 Referensi: Buku “234 Kesalahan.” Karya Shalih bin Abdul Aziz bin Muhammad Alu Syaikh.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *