MENDAPATKAN KENIKMATAN DALAM SHALAT

โœ‰๏ธ Soal Jawab

๐Ÿ•‹ MENDAPATKAN KENIKMATAN DALAM SHALAT

Bismillah
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

PERTANYAAN:
Aku mau bertanya, bagaimana cara mendapatkan kenikmatan kembali ketika sedang shalat?

Dari Hamba Allah – Member Permata Sunnah

JAWABAN:

ูˆุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Allah Azza wa Jalla berfirman:

ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽูู’ู„ูŽุญูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ูููŠ ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ุฎูŽุงุดูุนููˆู†ูŽ

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya.” [QS. Al-Mukmin: 1-2]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

ู…ูŽุง ู…ูู†ู ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุชูŽุญู’ุถูุฑูู‡ู ุตูŽู„ุงูŽุฉูŒ ู…ูŽูƒู’ุชููˆุจูŽุฉูŒ ููŽูŠูุญู’ุณูู†ู ูˆูุถููˆุกูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฎูุดููˆุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฑููƒููˆุนูŽู‡ูŽุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู‹ ู„ูู…ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฐู‘ูู†ููˆุจู ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุคู’ุชู ูƒูŽุจููŠุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฏู‘ูŽู‡ู’ุฑูŽ ูƒูู„ู‘ูŽู‡ู

“Tidak ada seorang Muslim yang pada saat shalat fardhu tiba, ia memperbagus wudhu, khusyu dan rukuknya kecuali hal itu akan menjadi kaffarat (penebus) dosa sebelumnya selama ia tidak mengerjakan dosa-dosa besar, dan hal itu berlangsung dalam setahun penuh.” [HR. Muslim]

Lantas bagaimana cara kita untuk menggapai khusyu dalam shalat? Ada beberapa cara untuk menggapai kekhusyuan, yaitu:

1). Berusaha melakukan hal yang membantu  dan memperkuat kekhusyuan.

2). Menjauhkan segala macam kesibukan dan penghalang yang memalingkan dari khusyu.

3). Tumakninah ketika shalat (tidak cepat-cepat).

4). Mengingat maut.

5). Merenungi dan meresapi makna ayat-ayat yang dibaca, demikian juga zikr-zikr dalam shalatnya. Untuk dapat mentadabburi ayat-ayatnya adalah dengan membacanya ayat-perayat.

6). Membaca istiโ€™adzah/taโ€™awudz sebelum membaca surat Al Fatihah.

7). Memperhatikan sunnah-sunnah dalam shalat seperti shalat memakai sutrah dan mendekat kepadanya serta merapatkan shaf.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูุตูŽู„ู‘ู ุฅูู„ูŽู‰ ุณูุชู’ุฑูŽุฉู ูˆูŽู„ู’ูŠูŽุฏู’ู†ู ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฏูŽุนู’ ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ูŠูŽู…ูุฑู‘ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู

“Apabila salah seorang di antara kamu shalat, maka shalatlah dengan memakai sutrah/penghalang, mendekatlah kepadanya dan jangan biarkan seseorang lewat di hadapannya.” [HR. Ibnu Majah]

Anas radhiallahu โ€˜anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan shalat.” [Muttafaqun Alaih]

8). Menghadapkan pandangan ke tempat sujud.

9). Membaca surat atau zikir yang lain yang berasal dari Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam (tidak hanya satu macam saja).

10). Bersungguh-sungguh dalam berdoa, khususnya ketika sujud.

11). Menghilangkan hal-hal yang bisa memalingkan kekhusyuan kita, seperti antaranya:

  • menghindari tempat-tempat yang ribut
  • menahan buang air besar/kecil
  • shalat dalam keadaan lapar atau makanan sudah dihidangkan
  • mengantuk berat
  • banyak bergerak dan menoleh dalam shalat.

12). Berdoa kepada Allah untuk bisa khusyuk.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga merasa perlu berlindung darinya, sebagaimana beliau berdoa:

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽู„ู’ุจู ู„ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุดูŽุนู

“Ya, Allah. Aku berlindung kepadaMu dari hati yang tidak khusyuk.” [HR. Tirmidzi]

Dari berbagai sumber

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

โœ๐Ÿป Dijawab oleh: Alfaqir ilallah Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“‚ Referensi: Tanya Jawab WAGrup Permata Sunnah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *