MENCINTAI DAN MENTAATI RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

๐Ÿ–‡๏ธ Prinsip Dasar Islam

๐Ÿ’Ÿ MENCINTAI DAN MENTAATI RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Di antara konsekuensi dan tanda-tanda cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu:

1). Mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengharuskan adanya pengagungan, memuliakan, meneladani beliau dan mendahulukan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam atas segala ucapan makhluk serta mengagungkan sunnah-sunnahnya.

2). Mentaati apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan.

Allah memerintahkan setiap Muslim dan Muslimah untuk taat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena dengan taat kepada beliau menjadi sebab seseorang masuk Surga.

Kita wajib mentaati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menjalankan apa yang diperintahkannya dan meninggalkan apa yang dilarangnya. Hal ini merupakan konsekuensi dari syahadat (kesaksian) bahwa beliau adalah Rasul (utusan) Allah. Dalam banyak ayat Al-Quran, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk mentaati Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di antaranya ada yang diiringi dengan perintah taat kepada Allah, sebagaimana firmanNya:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฃูŽุทููŠุนููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฃูŽุทููŠุนููˆุง ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ูŽ

โ€œHai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya.โ€ [QS. An-Nisaa: 59]

Tekadang pula Allah mengancam orang yang mendurhakai RasulNya, sebagaimana dalam firmanNya:

ููŽู„ู’ูŠูŽุญู’ุฐูŽุฑู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุฎูŽุงู„ููููˆู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ุฃูŽู† ุชูุตููŠุจูŽู‡ูู…ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ ุฃูŽูˆู’ ูŠูุตููŠุจูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ุฃูŽู„ููŠู…ูŒ

โ€œMaka hendaklah orang-orang yang melanggar perintah Rasul takut akan ditimpa fitnah (cobaan) atau ditimpa azab yang pedih.โ€ [QS. An-Nuur: 63]

Artinya hendaknya mereka takut jika hatinya ditimpa fitnah kekufuran, nifaq, bidโ€™ah atau siksa pedih di dunia, baik berupa pembunuhan, had, pemenjaraan atau siksa-siksa lain yang disegerakan. [Tafsir Ibnu Katsir (III/338), cet. Darus Salam]

Allah telah menjadikan ketaatan dan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sebab hamba mendapatkan kecintaan Allah dan ampunan atas dosa-dosanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan ketaatan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai petunjuk dan mendurhakainya sebagai suatu kesesatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ูˆูŽุฅูู† ุชูุทููŠุนููˆู‡ู ุชูŽู‡ู’ุชูŽุฏููˆุง

โ€œDan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk.โ€ [QS. An-Nuur: 54]

Allah mengabarkan bahwa pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terdapat teladan yang baik bagi segenap ummatnya. Allah Ta’ala berfirman:

ู„ู‘ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ูููŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูุณู’ูˆูŽุฉูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŒ ู„ูู‘ู…ูŽู† ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฑู’ุฌููˆ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽ ูˆูŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง

โ€œSesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari Kiamat dan dia banyak menyebut Nama Allah.โ€ [QS. Al-Ahzaab: 21]

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata: โ€œAyat yang mulia ini adalah pokok yang agung tentang meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbagai perkataan, perbuatan dan perilakunya. Untuk itu, Allah Tabaraka wa Ta’ala memerintahkan manusia untuk meneladani sifat sabar, keteguhan, kepahlawanan, perjuangan dan kesabaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menanti pertolongan dari Rabbnya Azza wa Jalla ketika perang Ahzab. Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat dan salam kepada beliau hingga hari Kiamat.โ€ [Tafsiir Ibni Katsir (III/522-523), cet. Daarus Salaam]

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ“˜ Referensi: Buku “Prinsip Dasar Islam.” Karya Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Pustaka At-Takwa.

โœ’ย  Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *