MENCARI LAILATUL QADAR

๐ŸŽ Mutiara Hadis

๐ŸŒ• MENCARI LAILATUL QADAR

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu, bahwa ada beberapa orang Sahabat Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah berkata kepada seorang Sahabat yang bermimpi melihat malam Lailatul Qadar pada tujuh malam terakhir, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฃูŽุฑูŽู‰ ุฑูุคู’ูŠูŽุงูƒูู…ู’ ู‚ูŽุฏู’ ุชูŽูˆูŽุงุทูŽุฃูŽุชู’ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽุจู’ุนู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุชูŽุญูŽุฑู‘ููŠู‡ูŽุง ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽุจู’ุนู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู

โ€œAku melihat mimpi kalian. Mimpi kalian tepat pada tujuh malam terakhir. Barang siapa yang ingin mencarinya, maka carilah pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan.โ€ [HR. Muslim]

Dari Aisyah radhiallahu โ€˜anha ia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: โ€œCarilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.โ€ [HR. Bukhari IV/220 dan Muslim no. 1169]

LailatuI Qadar merupakan malam yang mulia dan agung, yang di dalamnya kebaikan dilipatgandakan dan kesalahan diampuni dan segala urusan ditetapkan. Tapi Allah, dengan hikmah dan rahmatNya kepada makhluk, merahasiakan malam itu, agar mereka mencarinya sendiri pada malam-malam itu, sehingga mereka memperbanyak ibadah, yang manfaatnya kembali kepada diri mereka sendiri.

Para Ulama saling berbeda pendapat tentang penetapan Lailatul Qadar. Al-Hafizh Ibnu Hajar menyebutkan empat puluh tujuh pendapat di dalam FathuI Bary tentang LailatuI Qadar. Dia menyebutkan persekutuan antara yang samar-samar dan yang mendalam. Tapi dia menegaskan pendapat yang menyatakan pada malam-malam ganjil dari sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan.

Al-Imam Ahmad berkata: โ€œYang paling diharapkan adalah malam dua puluh tujuh. Ini merupakan pendapat yang paling kuat dalilnya.โ€

<โ€ข> Kesimpulan Hadis:

1โ€ข Keutamaan Lailatul Qadar yang diistimewakan Allah semenjak awal turunnya Al-Quran dan turunnya para malaikat pada malam itu. Sehingga ibadah pada malam itu sama dengan ibadah seribu bulan, karena tambahan kelipatannya.

2โ€ข Dengan hikmah dan rahmat Allah, Dia menyembunyikan Lailatul Qadar, agar manusia bersungguh-sungguh dalam beribadah, mencarinya dan memperbanyak pahalanya.

3โ€ข LailatuI Qadar itu pada bulan Ramadhan, lebih dekatnya pada sepuluh hari terakhir, khususnya pada malam kedua puluh tujuh.

4โ€ข Mimpi yang baik adalah benar, dapat diamalkan selagi tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah syariat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan keserupaan mimpi mereka yang dialami pada sepuluh hari yang terakhir merupakan dalil tentang keberadaan Lailatul Qadar pada hari-hari itu.

5โ€ข Anjuran mencari Lailatul Qadar dan mendapatkan hembusan Allah. Itu merupakan malam yang penuh barakah, yang amal di dalamnya menjadi berlipat ganda, yang di dalamnya dianjurkan berdoa dan doa itu didengarkan. Orang yang tidak beruntung ialah yang tidak mencarinya dan berusaha mendapatkan rahmat Allah. Syaikhul lslam lbnu Taimiyah berkata: โ€œSepuluh hari dari Dzulhijjah lebih baik daripada sepuluh hari dari Ramadhan dan sepuluh malam yang terakhir dari Ramadhan lebih baik daripada sepuluh malam Dzulhijjah.โ€

lbnul Qayyim berkata: โ€œSiapa pun yang memperhatikan pernyataan ini tentu akan mendapatkan kepuasan, bahwa tidak ada hari-hari untuk beramal yang lebih disukai Allah selain dari sepuluh hari dari Dzulhijjah. Adapun malam yang paling baik ialah sepuluh malam yang terakhir dari Ramadhan, yang seluruhnya dihidupkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Siapa yang membuat pernyataan tanpa membuat rincian seperti ini, tentu tidak akan didukung hujjah yang shahih.โ€

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ““ Referensi: Buku “Syarah Hadis Pilihan Bukhari-Muslim. Kitab Puasa.” Karya Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih Ali Bassam. Penerbit: Darul Falah.

โœ’ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *