MENASIHATI TEMAN YANG SUKA UPLOAD FOTO

PERTANYAAN:
Bismillah..
Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Afwan ustadz. Ada teman yang suka upload foto terus dibilangin tapi malah menjawab foto kan di jaman Rasulullah tidak ada, gimana solusi untuk menjawabnya ustadz?

Dari Tanty
Member PSM

JAWABAN:

وعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Hendaknya ibu memberikan penjelasan yang baik dengan tutur bahasa yang mudah dia pahami dan bersabar dalam menjelaskan masalah ini. Berdoa pada Allah agar diberi kesabaran dan orang yg dinasihati bisa paham akan masalah ini.

Secara ringkas kami jelaskan bahwa seorang wanita yang mengupload atau memajang fotonya di media sosial hukumnya terlarang (haram). Dikarenakan beberapa alasan:
1). Perbuatan semacam ini bertentangan dengan yang diperintahkan Al-Quran dan Sunnah terhadap para wanita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” [QS. Al-Ahzab: 53]

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Al-Ahzab: 59]

Allah Ta’ala memerintahkan para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga istri-istri orang beriman secara umum agar mereka berhijab untuk menyucikan hati-hati wanita beriman dan melindungi mereka dari segala sesuatu yang dapat menimbulkan godaan dan tuduhan (keji) serta dapat menjaga kesucian kemaluan mereka dan orang beriman (suami mereka).

Dari penjelasan ini dapat dipahami, bahwa memajang foto wanita yang nantinya akan dilihat baik oleh orang-orang shalih maupun orang-orang yang jahat, dalam kasus seperti ini hukumnya sama yaitu sama-sama bertentangan dan perintah Allah Azza wa Jalla.

2). Perbuatan semacam ini menjadi sebab terbukanya pintu fitnah dan keburukan bagi wanita itu sendiri serta orang yang melihatnya.

Betapa banyak orang jahat mempermainkan foto-foto wanita dan mengedit dengan peralatan modern. Wajah wanita baik-baik ditempelkan pada tubuh wanita tak bermoral yang menjual dirinya dengan harga yang murah. Tatkala itu ia pun menggigit jari tanda penyesalan dengan apa yang menimpa pada diri dan keluarganya. Sementara penyesalan tidak ada manfaatnya.

Oleh karena itu, setiap orang yang yang berakal menyadari bahwa kecantikan dan fitnah wanita itu terkumpul pada wajahnya. Wajah yang ingin dilihat laki-laki untuk mengenalnya dan dari sini dapat diketahui wanita tersebut cantik atau tidak. Oleh karena itu menyebar foto wajah sebagaimana yang disebutkan di atas membuka pintu fitnah bagi wanita itu sendiri dan fitnah bagi laki-laki yang melihatnya, mencoreng diri dan fotonya hingga akhirnya iapun bisa dinikmati bagi siapa saja yang ingin untuk menikmatinya.

💻 Diringkas dari https://islamqa.info

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

✍🏻 Dijawab oleh: Alfaqir ilallah Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

📂 Referensi: Tanya Jawab WAGrup Permata Sunnah Muslimah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Bagikan artikel ini ?
Abu Royhan

Abu Royhan

Pemilik dan Pengasuh Situs Web PermataSunnah.com (Mulia dengan Manhaj Salaf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *