MEMELIHARA DARI NAJIS DAN MENGHINDARI NAMIMAH

🎐 Mutiara Hadis

🛡️ MEMELIHARA DARI NAJIS DAN MENGHINDARI NAMIMAH

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhu, dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua kuburan, lalu Beliau bersabda: “Sesungguhnya keduanya ini disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa dalam perkara yang berat (untuk ditinggalkan). Yang pertama, dia dahulu tidak menutupi dari buang air kecil. Adapun yang lain, dia dahulu berjalan melakukan namimah (adu domba).” Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil sebuah pelepah kurma yang basah, lalu membaginya menjadi dua, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menancapkan satu pelepah pada setiap kubur itu. Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, kenapa anda melakukannya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Semoga Allah meringankan siksa keduanya selama (pelepah kurma ini) belum kering.” [HR. Bukhari, no. 218 dan Muslim, no. 292]

(•) Makna Global:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama beberapa orang Sahabat, lalu beliau melewati dua buah kuburan. Beliau hendak mengungkap rahasia tentang dua kuburan itu, hingga beliau dapat melihat bahwa kedua penghuninya sedang disiksa.

Dua orang yang ada di dalam dua kubur itu disiksa, gara-gara dosa yang mudah untuk ditinggalkan. Salah seorang di antara mereka disiksa karena tidak berhati-hati dari air kencingnya ketika buang hajat, sehingga najis mengenai badan dan pakaiannya. Sedangkan orang kedua adalah setan yang berlalu lalang di antara manusia untuk menyebarkan adu domba, yang mengakibatkan permusuhan dan kebencian di antara mereka, apalagi di antara kerabat dan teman. Dia menemui orang ini dengan menyebarkan isu tertentu, lalu dia menemui orang lain dengan menyebarkan isu yang berbeda, sehingga di antara kedua orang itu timbul permusuhan, perselisihan dan pemutusan hubungan.

Islam datang dengan membawa rasa cinta dan persatuan di antara manusia, memotong perselisihan dan permusuhan. Karena beliau juga memiliki rasa belas kasihan yang tinggi, maka beliau mengambil pelepah kurma yang masih basah, membelahnya menjadi dua bagian, lalu menancapkan masing-masing di atas dua kuburan itu. Para Sahabat menanyakan perbuatan beliau yang mereka anggap aneh ini. Maka beliau menjawab: “Semoga hal itu dapat meringankan siksa dari keduanya selama pelepah ini belum mengering.

(•) Kesimpulan Hadis

1• Penetapan adanya siksa kubur, sebagaimana yang disebutkan dalam berbagai pengabaran yang masyhur, dan ini merupakan pendapat mayoritas umat.

2• Tidak memelihara diri dari najis menjadi sebab siksa ini. Maka yang harus dilakukan setiap hamba ialah memelihara diri dari najis. Hadis ini menunjukkan bahwa air kencing memiliki kekhususan jika dikaitkan dengan siksa kubur. Hal ini juga dikaitkan riwayat Al Hakim dan Ibnu Huzaimah: “Kebanyakan siksa kubur ialah karena air kencing.” Menurut Ibnu Hajar, hadis ini shahih isnadnya.

3• Pengharaman menyebarkan adu domba di antara manusia, karena ia menjadi sebab siksa kubur.

4• Kasih sayang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para Sahabat dan keinginan beliau untuk menjauhkan kesengsaraan dari mereka.

5• Menutupi dosa dan aib, karena beliau tidak menyebutkan nama dua penghuni kubur itu. Boleh jadi inilah maksud tindakan beliau.

6• Sabda beliau: “Keduanya tidak disiksa karena sesuatu yang besar”, artinya mereka berdua tidak disiksa karena melakukan dosa besar. Meninggalkan adu domba dan memelihara diri dari kencing bukan termasuk perbuatan yang sulit dilakukan. Tapi toh siksanya yang berat dapat menimpa pelakunya dikarenakan banyak keburukan yang ditimbulkan akibat dosa tersebut.

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📑 Referensi: Buku “Syarah Hadis Pilihan Bukhari-Muslim.” Karya Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih Ali Bassam. Penerbit Darul Falah.

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?

Affni Ummu Khayra

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.