Site Loader
Share?

📌 234 Kesalahan

👀 MEMEJAMKAN MATA KETIKA SHALAT TANPA HAJAT

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Para Ulama sepakat makruh memejamkan kedua mata dalam shalat tanpa ada kebutuhan karena hal itu termasuk perilaku orang Yahudi. Ibnul Qayim rahimahullah berkata:

ولم يكن من هديه صلى الله عليه و سلم تغميض عينيه في الصلاة

“Bukan termasuk sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, memejamkan mata ketika shalat.” [Zadul Ma’ad, 1/283]

Para ahli fiqih telah berselisih pendapat tentang kemakruhannya. Imam Ahmad dan yang lain menganggap makruh, mereka berkata: “Ini adalah perbuatan orang-orang Yahudi.” Sebagian Ulama yang lain memperbolehkan dan tidak menganggapnya makruh. Mereka beralasan bahwa hal ini lebih dekat kepada rasa khusyuk yang merupakan ruh, inti dan maksud dari shalat.

Pendapat yang benar adalah jika membuka mata tidak mengurangi rasa khusyuk, maka lebih utama. Namun jika menghalangi rasa khusyuk seperti pada arah kiblat terdapat hiasan-hiasan atau selainnya, sehingga menghalangi hatinya dari rasa khusyuk, maka memejamkan mata tidaklah makruh. Pendapat yang mengatakan diperbolehkannya memejamkan mata, lebih dekat kepada kaidah dan tujuan syariat, daripada pendapat yang menyatakan makruh. Wallahu a’lam.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Yang benar, memejamkan mata di dalam shalat adalah perkara yang dibenci, karena menyerupai perbuatan orang-orang Majusi dalam peribadatan mereka terhadap api, di mana mereka memejamkan kedua mata. Dikatakan pula bahwa hal itu termasuk perbuatan orang-orang Yahudi. Sementara menyerupai selain Muslimin minimal hukumnya haram, sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam. Oleh karena itu, memejamkan mata dalam shalat minimalnya makruh, kecuali jika di sana ada sebab, seperti misalnya di sekitarnya terdapat perkara-perkara yang bisa melalaikannya dari shalat kalau dia membuka matanya. Dalam keadaan seperti itu, dia boleh memejamkan mata untuk menghindari kerusakan tersebut.” [Asy–Syarhul Mumti’, 3/41]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📙 Referensi: Buku “234 Kesalahan.” Bab: Kesalahan dalam Shalat. Karya Shalih bin Abdul Aziz bin Muhammad Alu Syaikh.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Juli 2020
S M S S R K J
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930