MEMBACAKAN AL-QURAN UNTUK MAYAT

๐Ÿ“œ Fatwa Ulama

โšฐ๏ธ MEMBACAKAN AL-QURAN UNTUK MAYAT

PERTANYAAN:
Bolehkah membacakan Al-Quran untuk mayat, yaitu dengan menempatkan mushaf di rumah si mayat, lalu para tetangga dan kenalannya berdatangan, kemudian masing-masing membacakan satu juz umpamanya, setelah itu kembali kepada pekerjaan masing-masing, namun untuk bacaan itu mereka tidak diberi upah.

Selesai bacaan, si pembaca mendoakan si mayat dan menghadiahkan pahala bacaannya kepada si mayat. Apakah bacaan doa itu sampai kepada si mayit dan mendapat pahala? Saya mohon penjelasan. Terima kasih. Perlu diketahui, bahwa saya pernah mendengar sebagian Ulama yang mengharamkan perbuatan ini secara mutlak, namun sebagian lagi ada yang memakruhkan dan sebagian lainnya membolehkan.

JAWABAN:
Perbuatan ini dan yang serupa itu tidak ada asalnya, tidak diketahui bahwa itu berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak diriwayatkan pula dari para Sahabat beliau bahwa mereka membacakan Al-Quran untuk mayat, bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ุงู‹ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ููŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฏูŒู‘

“Barang siapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan maka ia tertolak.” [Dikeluarkan oleh Muslim dalam Al-Aqdhiyah (18-1718) dan Al-Bukhari menganggapnya mu’allaq namun menguatkannya]

Disebutkan dalam Ash-Shahihain, dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุฏูŽุซูŽ ูููŠู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู’ู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฏูŒู‘

“Barang siapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam Islam) yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak.” [HR. Al-Bukhari dalam Ash-Shulh (2697), Muslim dalam Al-Aqdhiyah (1718)]

Dalam Shahih Muslim disebutkan, dari Jabir, dalam salah satu khutbah Jumat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠู’ุซู ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ู‡ูุฏูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุดูŽุฑูู‘ ุงู’ู„ุฃูู…ููˆู’ุฑู ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชูู‡ูŽุง ูˆูŽูƒูู„ูู‘ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉูŒ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan dan setiap hal baru adalah sesat.” [HR. Muslim dalam Al-Jumuah (867)]

An-Nasa’i menambahkan pada riwayat ini dengan isnad yang shahih:

ูˆูŽูƒูู„ูู‘ ุถูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉู ูููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู

“Dan setiap yang sesat itu (tempatnya) di Neraka.” [HR. An-Nasa’i dalam Al-‘Idain (1578)]

Adapun bersedekah atas nama si mayat dan mendoakannya, bisa berguna baginya dan sampai kepadanya menurut ijma’ kaum Muslimin. Hanya Allahlah yang kuasa memberi petunjuk dan hanya Allahlah tempat meminta.

๐Ÿ“˜ Kitab Ad-Da’wah, juz 1, hal. 215, Syaikh Ibnu Baz.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ–ฅ๏ธ Sumber: Hijrahapp

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *