Site Loader
Share?

✉️ Soal Jawab

✂️ MEMANGKAS JENGGOT KARENA PEKERJAAN

Bismillah
Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barokatuh.

PERTANYAAN:
Afwan ustadz. Sampai mana hukum motong/cukur jenggot, ana baru 9 bulan resign dari dunia riba, dan alhamdulillah Allah lagi sayang-sayangnya, ana diuji dengan kekurangan bahkan harus meminjam untuk kebutuhan sehari-hari, ada yang nawarin kerja tapi jauh dari sunnah, jenggot sama cingkrang dilarang. Syukron ustadz untuk jawabannya.

Hamba Allah dari PSI 11

JAWABAN:

وعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah memberikan kesebaran buat bapak dan keluarga. Thoyyib, untuk pertanyaan bapak, maka hukum mencukur jenggot maka sepakat para Ulama melarang perbuatan ini berdasarkan dalil yang shahih. Karena mencukur jenggot merupakan perbuatan maksiat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَاۤ اٰتٰٮكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰٮكُمْ عَنْهُ فَا نْتَهُوْا

“Apa saja yang datang dari Rasul, maka ambillah, dan apa yang dilarang oleh Rasul maka tinggalkanlah.” [QS. Al-Hasyr: 7]

Allah juga berfirman:

فَلْيَحْذَرِ الَّذِيْنَ يُخَا لِفُوْنَ عَنْ اَمْرِهٖۤ اَنْ تُصِيْبَهُمْ فِتْنَةٌ اَوْ يُصِيْبَهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” [QS. An-Nur: 63]

Dan hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Potonglah kumis dan biarkan jenggot, selisihilah orang-orang majusi.” [HR. Ahmad II/365, 366 dan Muslim 260]

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Selisihilah orang-orang musyrik (dengan cara) melebatkan jenggot dan memendekkan kumis.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Kalau sudah jelas memangkas jenggot itu haram berarti kita tidak boleh memangkasnya walaupun atasan atau tempat kerja kita yang memerintahkan karena tidak boleh taat dalam perkara maksiat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِى مَعْصِيَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Tidak ada ketaatan pada makhluk dalam bermaksiat pada Allah.” [HR. Ahmad]

Maka dari itu, bapak tetap bersabar dan selalu berprasangka baik kepada Allah. Orang yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka insya Allah akan diganti dengan yang lebih baik, apakah di dunia maupun di akhirat, cepat atau lambat.

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” [HR. Ahmad 5: 363]

Wallahu a’lam.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🔏 Dijawab oleh: Alfaqir ilallah Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

📂 Referensi: Tanya Jawab WAGrup Permata Sunnah Ikhwan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Februari 2020
S M S S R K J
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031