MASALAH SEPUTAR IMAM SHALAT – SERI 3 (TERAKHIR)

๐Ÿ“˜ Fiqih Ibadah

๐Ÿ•Œ MASALAH SEPUTAR IMAM SHALAT – SERI 3 (TERAKHIR)

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

โ€ข> Musafir mengimami orang yang mukim.

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu, dia berkata: Umar pernah shalat Zuhur mengimami penduduk Makkah, lalu ia mengucapkan salam setelah dua rakaat, kemudian berkata: “Sempurnakanlah shalat kalian, wahai penduduk Makkah, karena sesungguhnya kami adalah musafir.” [HR. Malik dalam Al-Muwaththa dan Abdurrazaq dalam Mushannafnya, no. 4369]

Guru kami, Al-Albani rahimahullah berkata kepadaku: Hadis ini hukumnya marfu’ karena Umar radhiallahu ‘anhu melakukan hal itu di hadapan banyak Sahabat. Terlebih lagi diriwayatkan secara marfu’ kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi derajat hadis ini dhaif.

Guru kami, Al-Albani rahimahillah kembali berkata: “Atas dasar itu, imam harus mengucapkan salam ke kanan dengan suara lirih dan mengatakan dengan lantang kepada makmum: ‘Sempurnakanlah shalat kalian karena kami sedang safar.’ Hal itu dilakukan berdasarkan dalil ini. Dari riwayat ini dapat dipahami bahwa Umar tidak memperdengarkan ucapan salamnya. Hikmahnya sudah jelas, yaitu karena jika ia mengucapkan salam dengan keras pastilah orang-orang akan mengucapkan salam bersamanya.”

โ€ข> Musafir menyempurnakan shalatnya jika imamnya mukim.

Dari Musa bin Salamah Al-Hudzali, dia berkata: Aku pernah bertanya kepada Ibnu Abbas: “Bagaimanakah aku shalat jika sedang berada di Makkah, yakni ketika aku tidak shalat bersama imam?” Ia berkata: “Shalatlah dua rakaat. Demikianlah sunnah Abul Qasim shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [HR. Muslim, no. 688]

Guru kami, Al-Albani rahimahullah, di dalam Al-Irwaa’ (III/22), berkata: Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanad shahih dari Ibnu Mijlaz, dia berkata: Aku bertanya kepada Ibnu Umar: “Jika seorang musafir mendapati dua rakaat shalat kaumnya (yaitu kaum yang sedang mukim) apakah sudah cukup baginya dua rakaat itu atau ia harus menyempurnakan shalatnya seperti mereka?” Ia berkata, Ibnu Umar tertawa dan menjawab: “Ia menyempurnakan shalatnya seperti mereka.”

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu pernah ditanya: “Mengapa seorang musafir hanya mengerjakan dua rakaat ketika sedang shalat sendirian, namun ia shalat empat rakaat tatkala mengerjakannya bersama orang yang mukim?” Ia menjawab: โ€œItulah sunnah Nabi.” [Riwayat ini dishahihkan oleh guru kami Al-Albani rahimahullah dalam Al-Irwaa’, no. 571]

โ€ข> Kaum laki-laki mengimami kaum wanita.

Terdapat banyak hadis yang menjelaskan masalah ini, di antaranya adalah: “Shaf wanita yang paling baik adalah yang paling akhir, sedangkan yang paling buruk adalah yang paling depan.”

โ€ข> Wanita mengimami orang-orang di rumahnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendatangi Ummu Waraqah binti Abdullah bin Al-Harits di rumahnya. Beliau pun mengangkat seorang muazin untuk mengumandangkan azan. Setelah itu, beliau memerintahkan Ummu Waraqah untuk mengimami orang-orang di rumahnya.” [HR. Abu Dawud]

โ€ข> Wanita mengimami sesama jamaah wanita.

Dari Ra’ithah Al-Hanafiyyah: “Aisyah radhiallahu ‘anha pernah mengimami sejumlah wanita ketika shalat fardhu. Ia mengimami kaum wanita dengan berdiri di tengah-tengah mereka.” [HR. Abdurrazaq (III/141), Ad-Daraqutni (I/404), dan lainnya]

Dalam riwayat lain: “Aisyah mengimami mereka dan ia berdiri di tengah tengah mereka pada shalat fardhu.” [Lihat Mushannaf Abdurrazaq, no. 5086]

Hadis ini memiliki penguat berupa hadis syahid dari riwayat Hujairah binti Hushain, dia berkata: “Ummu Salamah mengimami kami shalat Asar, sementara itu ia berdiri di tengah-tengah kami.”

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ“‘ Referensi: Buku “Ensiklopedi Fiqh Praktis Menurut Al-Quran & As-Sunnah (Kitab Shalat. Bab: Shalat Berjamaah).” Karya Syaikh Husain bin Audah Al-Awaisyah. Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?

Abu Royhan

Pemilik dan Pengasuh Situs Web PermataSunnah.com (Mulia dengan Manhaj Salaf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.