LALAI SHALAT KARENA KETIDURAN

PERTANYAAN:
Bismillah..
Assalaikum wa rahmatullah wa barokatuh.

Bagaimana hukumnya seseorang terlalaikan dari shalatnya karena dia dalam keadaan safar akhirnya terlelap tidur hingga belum menunaikan shalat Magrib dan Isya, lalu dia bangun hampir menjelang shalat subuh tiba. Setelah bangun dia segera menjamak qashar shalatnya. Apakah shalatnya sah dan diterima?

Dari Ummu Qudamah
Peserta KajiKita PSM

JAWABAN:

ูˆุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Dalam keadaan tidak sengaja meninggalkan shalat, seperti karena ketiduran, lupa, pingsan, dan lainnya, maka para Ulama bersepakat bahwa wajib hukumnya mengqadha shalat yang terlewat. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ู…ู† ู†ุงู… ุนู† ุตู„ุงุฉ ุฃูˆ ู†ุณูŠู‡ุงุ› ูู„ูŠุตู„ู‡ุง ุฅุฐุง ุฐูƒุฑู‡ุง

“Barang siapa yang terlewat shalat karena tidur atau karena lupa, maka ia wajib shalat ketika ingat.” [HR. Al Bazzar 13/21, shahih]

Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjelaskan: โ€œOrang yang hilang akalnya karena tidur, atau pingsan atau semisalnya, ia wajib mengqadha shalatnya ketika sadar.โ€ [Al Mulakhash Al Fiqhi 1/95, Asy Syamilah]

Syaik Shalih bin Fauzan hafidzahullah juga berkata:
Pertama-tama, seorang muslim wajib memperhatikan masalah shalatnya, menunaikan pada waktunya dengan cara berjamaah, tidak bermalas-malasan ataupun menunda-nundanya. Karena hal ini bisa menjadi penyebab terlewat atau terlupakannya shalat. Adapun jika ada seseorang yang lupa atau tertidur sehingga tidak bisa melaksanakan shalat, maka ia wajib melaksanakan shalat yang tertinggal yang disebabkan oleh lupa atau tertidur, (yaitu) segera saat ia ingat. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam: “Barang siapa yang lupa mengerjakan satu shalat atau tertidur, maka hendaklah ia mengerjakannya saat ia ingat. Tidak ada denda baginya, kecuali itu.” [HR. Imam Muslim dalam kitab shahihnya 1/477, dari hadits Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman: “Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” [QS. Thaha/20: 14]

Jika dia terbangun dari tidurnya atau teringat, maka hendaklah bergegas melaksanakan shalat yang tertinggal, kapanpun ia ingat atau terbangun. Dalam kejadian yang ditanyakan di atas, maka ia harus melaksanakan shalat Isya terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan shalat yang sesuai dengan waktu saat itu, yaitu shalat Shubuh. Dia tidak boleh melaksanakan shalat Shubuh sebelum shalat Isya yang tertinggal, karena berurutan dalam shalat itu wajib. [Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilatisy-Syaikh Shalih Fauzan, 4/32]

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…โ€ฆ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

โœ๐Ÿป Dijawab oleh: Alfaqir ilallah Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“‚ Referensi: Tanya Jawab KajiKita PSM

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Bagikan artikel ini ?
Abu Royhan

Abu Royhan

Pemilik dan Pengasuh Situs Web PermataSunnah.com (Mulia dengan Manhaj Salaf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *