Site Loader
Share?

📔 Kitab Shalat

🕌 BAB: MASJID

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

💠 Keutamaan Masjid dan Adab-Adabnya (Seri 2)

》 Masuk masjid dengan kaki kanan dan keluar dengan kaki kiri.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

مِنَ السُّنَّةِ إِذَا دَخَلْتَ الْمَسْجِدَ أَنْ تَبْدَأَ بِرِجْلِكَ الْيُمْنَى، وَإِذَا خَرَجْتَ أَنْ تَبْدَأَ بِرِجْلِكَ الْيُسْرَى

“Termasuk sunnah ketika masuk masjid adalah mendahulukan kaki kanan. Dan jika keluar dengan mendahulukan kaki kiri.” [HR. Al-Hakim, 1: 218. Beliau berkata, Shahih sesuai syarat Muslim, dan disetujui oleh Adz-Dzahabi]

》 Doa masuk masjid dan keluar masjid.

Dari Abu Humaid dan Abu Usaid radhiallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jika salah seorang dari kalian masuk ke dalam masjid, maka hendaklah ia bershalawat kepada Nabi dan mengucapkan:

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Allaahummaftah lii abwaaba rohmatik.

“Ya Allah, bukalah untukku pintu rahmatMu.”

Sedangkan apabila keluar dari masjid, hendaklah ia mengucapkan:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Allaahumma innii as-aluka min fadhlika.

“Ya Allah, aku memohon kepadaMu sebagian dari rahmatMu.” [HR. Abu Dawud, no. 440]

Dari Abdullah bin Amr bin Ash, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau mengucapkan jika memasuki masjid:

أَعُوْذُ بِاللَّهِ الْعَظِيْمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A’uudzu billaahil ‘azhiim, wa biwajhihil kariim, wa sulthoonihil qodiim, minasy-syaithoonir-rojiim.

“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajahNya Yang Mulia dan kekuasaanNya yang abadi, dari setan yang terkutuk.” [HR. Abu Dawud, no. 441]

》 Keutamaan berjalan menuju masjid.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ، ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مَنْ بُيُوتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ، كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً، وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barang siapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah tetapkan, maka kedua langkahnya, yang satu menghapus kesalahan dan satunya lagi meninggikan derajat.” [HR. Muslim no. 666]

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلًا كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ

“Barang siapa berangkat pagi atau sore hari ke masjid, maka Allah akan mempersiapkan hidangan baginya di Surga, setiapkali ia berangkat pagi atau sore hari.” [HR. Bukhari dan Muslim]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📑 Referensi: Buku “Ensiklopedi Fiqh Praktis Menurut Al-Quran & As-Sunnah.” Karya Syaikh Husain bin ‘Audah Al-‘Awaisyah. Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

April 2020
S M S S R K J
« Mar    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031