Site Loader
Share?

📔 Kitab Shalat

🕌 BAB: MASJID

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

⚜️ Keutamaan Masjid dan Adab-Adabnya (Seri 1)

Di antara keistimewaan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Dia menjadikan bumi ini sebagai masjid dan dapat menyucikan. Di antara keutamaan dan adab-adab masjid yaitu:

》 Keutamaan membangun masjid

Dari Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ

“Barang siapa yang membangun masjid karena Allah Ta’ala (mengharapkan wajahNya), maka Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di Surga.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ ، أوْ أَصْغَرَ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barang siapa membangun masjid karena Allah sebesar sarang burung atau lebih kecil. Maka Allah akan bangunkan baginya rumah di Surga.” [HR. Ibnu Majah, no. 738. Dishahihkan oleh Al-Albani]

》 Keutamaan shalat di masjid yang banyak jamaahnya

Dari hadis Ubay bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ صَلَاةَ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ وَحْدَهُ، وَصَلَاتُهُ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ مَعَ الرَّجُلِ، وَمَا كَثُرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى

“Sesungguhnya shalat seorang lelaki bersama satu orang lelaki lebih baik daripada shalat sendirian. Shalatnya bersama dua orang lelaki lebih baik daripada shalat bersama seorang lelaki. Makin banyak itu makin dicintai oleh Allah Azza wa Jalla.” [HR. Abu Dawud]

Hadis ini jelas menunjukkan, bahwa semakin banyak jumlah jamaahnya semakin lebih utama dan lebih disukai Allah Subhanahu wa Ta’ala.

》 Doa keluar rumah menuju masjid

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca:

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Maka disampaikan kepadanya, ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.’ Seketika itu setan-setanpun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ‘Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.” [HR. Abu Daud dan Turmudzi dan dishahihkan Al-Albani]

Dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, beliau menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan ketika keluar dari rumahnya:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (setan atau orang yang berwatak setan), berbuat kesalahan atau disalahi, menganiaya atau dianiaya (orang), dan berbuat bodoh atau dibodohi.” [HR. Ahmad dan Tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani]

Di dalam hadis Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, disebutkan bahwa Rasulullah berdoa ketika keluar ke masjid:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا، وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا، وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا، وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْرًا، اَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ نُوْرًا

“Ya Allah, jadikanlahlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari belakangku, cahaya dari hadapanku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku. Ya Allah, berilah aku cahaya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📑 Referensi: Kitab “Al-Mausuu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was Sunnah Al-Muthahharah (Ensiklopedi Fiqh Praktis Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah).” Karya Syaikh Husain bin ‘Audah Al-‘Awaisyah. Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Februari 2020
S M S S R K J
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031