KEUTAMAAN HAJI DAN UMRAH – SERI 2 (TERAKHIR)

📘 Bimbingan Islam

🕋 KEUTAMAAN HAJI DAN UMRAH – SERI 2 (TERAKHIR)

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

• Harta yang dipakai untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah harus halal sehingga ibadah haji dan umrah tersebut dapat diterima oleh Allah.

Dalam Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah, 11/43, dinyatakan bahwa seseorang menunaikan haji dengan harta yang haram tidak menghalanginya untuk mendapatkan haji yang sah, disertai dosa karena hasil harta yang haram, dan bahwa hajinya terdapat cacat, namun tidak sampai membatalkannya.

• Damailah dengan lawanmu, bayar hutangmu, nasihati keluargamu agar tidak berlebih-lebihan dalam berhias, kendaraan, makanan manisan, pemotongan kurban dan lain sebagainya, sebagaimana difirmankan dalam Al-Quran:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓا

Makanlah, minumlah dan jangan kamu berlebih-lebihan.” [QS. Al-A’raf: 30]

• Haji merupakan konferensi besar bagi umat Islam untuk saling berkenalan, berkasih-kasihan dan saling membantu untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan mereka dan agar mereka menyaksikan manfaat bagi mereka dalam urusan agama dan dunia.

• Yang penting sekali, agar kamu dapat menyelesaikan kesulitan kamu dengan minta pertolongan dan berdo’a hanya kepada Allah semata. Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّمَآ أَدْعُوا رَبِّى وَلَآ أُشْرِكُ بِهِۦٓ أَحَدًا

Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak menyekutukan sesuatupun denganNya.” [QS. Al-Jinn: 20]

• Umrah bisa dilaksanakan setiap waktu, tapi jika dilaksanakan pada bulan Ramadhan lebih utama. Ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Jika datang bulan Ramadhan, lakukanlah umrah, karena umrah itu sama dengan haji.” Dalam riwayat Muslim, “Sama dengan menunaikan haji bersamaku.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Yang dimaksud adalah umrah Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun bukan berarti umrah Ramadhan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, lalu ia berumrah di bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak bisa menggantikan haji tadi.” [Syarh Shahih Muslim, 9:2]

• Shalat di masjid Ka’bah lebih baik dari seratus ribu shalat di tempat lain.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صَلاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاةٌ فِي ذَلِك أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ صَلاةٍ فِي هَذَا يَعْنِي فِي مَسْجِد الْمَدِينَة

Shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di masjid itu (Masjidil Haram) lebih baik dari seratus shalat di masjid ini (Masjid Nabawi).” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Jadi 1000 x 100 shalat = 100.000 shalat.

• Hendaklah anda mengerjakan haji tamattu’, yaitu umrah, lalu tahallul, kemudian haji.

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai pengikut Muhammad, barang siapa di antara kamu yang mengerjakan haji, maka supaya memulai dengan umrah dalam hajinya itu.” [HR. Ibnu Hibban dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani]

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📑 Referensi: Buku “Bimbingan Islam Untuk Pribadi & Masyarakat.” Penulis: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dan Referensi lainnya.

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?

Affni Ummu Khayra

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.