Site Loader
Share?

📌 234 Kesalahan

🚱 KESALAHAN DALAM BERSUCI (SERI 1)

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Di antara beberapa kesalahan dalam bersuci ialah:

》 Melafazkan niat ketika hendak berwudhu.

Hal ini tidak dibenarkan, karena niat itu tempatnya di dalam hati. Perbuatan tersebut tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berniat yang disyariatkan yaitu ketika seseorang berwudhu menegaskan di dalam hatinya bahwa ia berwudhu untuk menunaikan shalat, atau membaca Al-Quran, menghilangkan hadas atau yang lainnya.

Inilah yang disebut niat, jadi niat adalah maksud di dalam hati untuk melakukan suatu ibadah. Sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memulai berwudhu dengan membaca bismillah tidak dengan yang lain. Maka memulai wudhu dengan melafazkan niat berarti menyelisihi petunjuk dan perintah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

》 Tidak berminat mempelajari hukum-humum wudhu dan mandi yang syar’i serta meremehkan masalah thaharah dan hukum-hukumnya.

Ini adalah perkara yang harus dijauhi oleh seorang Muslim. Sebab bersuci, wudhu dan mandi merupakan syarat sah shalat bagi yang berhadas. Barang siapa yang meremehkannya, maka tidak sah shalatnya, karena ia telah meninggalkan kewajiban dan syaratnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَصبْغُ الْوُضُوْءَ

“Sempurnakanlah wudhu.” [Dikeluarkan oleh Ahli Sunan dan dishahihkan Ibnu Khuzaimah]

Di dalam shahih Bukhari dan Muslim disebutkan:

وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ

“Tumit-tumit (yang tidak terkena air wudhu) diancam api neraka.”

Hal ini perlu diperhatikan, karena tumit adalah anggota wudhu yang sering dilupakan. Hadis ini sebagai dalil bahwa anggota-anggota wudhu selain tumit, memiliki hukum yang sama.

Oleh karena itu, wajib untuk menyempurnakan wudhu yakni dengan meratakan air ke seluruh bagian-bagian wudhu, kecuali kepala karena kepala cukup diusap sebagian besarnya bersama kedua telinga. Kedua telinga termasuk bagian dari kepala berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ

“Kedua telinga termasuk bagian dari kepala.” [HR. Abu Dawud]

Hendaklah seorang Muslim mempelajari hukum-hukum wudhu dan melaksanakannya secara sempurna sebagaimana ajaran sunnah, yaitu tiga kali dalam rangka meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memperoleh keutamaan shalat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَتَوَضَّأُ رَجُلٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهُ ثُمَّ يُصَلِّي الصَّلَاةَ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الصَّلَاةِ الَّتِي تَلِيهَا

“Tidaklah seorang Muslim berwudhu lalu ia menyempurnakan wudhunya dan melaksanakan shalat, kecuali Allah akan mengampuni dosa-dosa yang dilakukannnya antara shalat yang dia kerjakan itu sampai dengan shalat berikutnya.” [Muttafaqun Alaihi]

Dan hadis-hadis lain yang menjelaskan tentang keutamaan menyempurnakan wudhu dan terhapusnya dosa-dosa karenanya sangatlah banyak.

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📕 Referensi: Buku “234 Kesalahan.” Karya Shalih bin Abdul Aziz bin Muhammad Alu Syaikh.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Desember 2019
S M S S R K J
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031