Site Loader
Share?

IMAN & IHSAN

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

▪︎ Iman
Definisi iman menurut Ahlus-Sunnah mencakup perkataan dan perbuatan, yaitu meyakini dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan, dapat bertambah dengan ketaatan dan dapat berkurang dengan sebab perbuatan dosa dan maksiat.

Iman memiliki beberapa tingkatan, sebagaimana terdapat dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:

َاْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلإِيْمَانِ.

“Iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang atau lebih dari enam puluh cabang, cabang yang paling tinggi adalah ucapan laa ilaaha illallaah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (rintangan) dari jalan, dan malu adalah salah satu cabang iman.” [HR. Al-Bukhari (no. 9) dan Muslim (no. 35). Lafazh ini milik Muslim dari Shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu]

Rukun Iman ada enam, yaitu:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat-MalaikatNya
3. Iman kepada Kitab-KitabNya
4. Iman kepada Rasul-RasulNya
5. Iman kepada hari Akhir
6. Iman kepada takdir yang baik dan buruk.

Keenam rukun iman ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu dalam jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atas pertanyaan Malaikat Jibril ‘alaihissallam tentang iman, yaitu:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلاَئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ اْلآخِِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.

“Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-MalaikatNya, Kitab-KitabNya, Rasul-RasulNya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan buruk.” [HR. Muslim, dari Shahabat Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu]

▪︎ Ihsan
Ihsan memiliki satu rukun yaitu engkau beribadah kepada Allah Azza wa Jalla seakan-akan engkau melihatNya, jika engkau tidak melihatNya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu dalam kisah jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Jibril ‘alaihissallam ketika ia bertanya tentang ihsan, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

“Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya, maka bila engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Allah melihatmu.” [HR. Muslim, dari Shahabat Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu]

Tidak ragu lagi, bahwa makna ihsan secara bahasa adalah memperbaiki amal dan menekuninya, serta mengikhlaskannya. Sedangkan menurut syariat, pengertian ihsan sebagaimana penjelasan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

“Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya, maka jika engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Allah melihatmu.”

Maksudnya, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan ihsan dengan memperbaiki lahir dan batin, serta menghadirkan kedekatan dengan Allah Azza wa Jalla, yaitu bahwasanya seakan-akan Allah berada di hadapannya dan ia melihatNya, dan hal itu akan mengandung konsekuensi rasa takut, cemas, juga pengagungan kepada Allah Azza wa Jalla, serta mengikhlaskan ibadah kepada Allah Azza wa Jalla dengan memperbaikinya dan mencurahkan segenap kemampuan untuk melengkapi dan menyempurnakannya. [Lihat Jaami’ul Uluum wal Hikam (I/126), oleh Al-Hafizh Ibnu Rajab, Ma’aarijul Qabul (II/338), oleh Syaikh Hafizh Al-Hakami, dan Al-Ushuul Ats-Tsalaatsah (hal. 66-67), oleh Imam Muhammad bin Abdil Wahhab dengan hasyiyah Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim]

Semoga apa yang disampaikan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

📘 Referensi:
• Buku “Prinsip Dasar Islam.” Karya Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Pustaka At-Takwa.
• Artikel Sunnah Lainnya

✒ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Abu Royhan

Pemilik dan Pengasuh Situs Web PermataSunnah.com (Mulia dengan Manhaj Salaf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Desember 2019
S M S S R K J
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031