Site Loader
Share?

SYARAH ADAB & MANFAAT MENUNTUT ILMU

بِسْـــــــمِ أللَّهِ

إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا ، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلن تجد له ولياً مرشداً، وأشهد أن لا إله الله وأشهد أن محمد عبده ورسوله .أما بعد ،

Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim. Di samping itu, menuntut llmu juga merupakan pekerjaan mulia yang pahalanya sangat besar di sisi Allah Ta’ala. Lebih-Lebih ilmu syar’i yang dengannya seorang muslim dapat menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sabdanya :

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Allah Ta’ala berfirman:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ  ۙ  وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۗ

“… Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 11)

Disamping itu seorang ulama yang pandai ilmu agama juga mendapatkan julukan istimewa dari Allah sebagai orang yang benar-benar memiliki rasa takut kepada-Nya, sebagaimana firman Allah ta’ala:

اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰٓؤُا  ۗ

“… Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama…” (QS. Fatir 35: Ayat 28)

Namun tidak semua ilmu bisa mendatangkan kebahagiaan dan kemuliaan. Bahkan sebaliknya, tidak jarang ilmu yang kita miliki malah menimbulkan bahaya dan bencana, lebih-lebih bila ilmu tersebut didapatkan dengan cara dan niat yang tidak benar.

Oleh karena itu Insya Allah kita akan membahas satu buku yang berjudul “Syarah hilyatu tholabul Ilmi” dengan judul terjemahan “Syarah adab dan manfaat Menuntut Ilmu.” Buku ini ditulis oleh salah satu ulama ahlussunnah abad ini yaitu Syaikh Muhammad bin Sholeh Al utsaimin rahimahullah.

Insya Allah dalam buku ini banyak berbicara tentang adab-adab menuntut ilmu seperti ikhlas, takut kepada Allah, mengikuti cara atau pemahaman Salafus Sholeh, tawadhu, qanaah, berlemah lembut, dan lain sebagainya. Disamping itu dalam buku ini yang akan dibahas beberapa adab-adab pelajar dengan sesamanya, adab-adab pelajar terhadap gurunya, adab-adab pelajar dalam kehidupan ilmiahnya, dan buku ini pula akan membahas beberapa hal-hal yang harus dihindari oleh seorang penuntut ilmu.

#NASEHAT 1: ILMU ADALAH IBADAH

Nasehat pertama yang akan kita bahas secara ringkas yaitu Adab Seorang Pelajar Terhadap Dirinya Sendiri. Poin pertama yaitu “ILMU ADALAH IBADAH.”

Sesuatu yang paling pokok dari adab ini bahkan pada semua perkara yang dianjurkan adalah kita harus meyakini bahwa ilmu adalah ibadah. Tidak diragukan lagi bahwa ilmu adalah ibadah bahkan merupakan ibadah yang paling Agung dan paling utama sehingga Allah menjadikannya sebagai bagian dari jihad fisabilillah.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.”

Allah ta’ala berfirman

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَآفَّةً   ۗ  فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَـتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَ لِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْۤا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya jika mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 122)

Yang dimaksud لِّيَـتَفَقَّهُوْا adalah hendaknya ada kelompok orang yang benar-benar yang benar-benar melaksanakan tugas belajar. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

“Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Apabila Allah menganugerahkan kepadamu kepahaman dalam masalah agama ini yang meliputi segenap ilmu syari baik, ilmu tauhid, aqidah, atau lainnya maka berbahagialah karena berarti Allah menginginkan kebaikan bagimu.

Imam Ahmad berkata, “ilmu itu sesuatu yang tiada banding nya bagi orang yang niatnya benar.” “Bagaimanakah benarnya niat itu wahai Abu Abdillah?” Tanya orang-orang kepada beliau. Maka beliau menjawab, “Yaitu berniat untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya dan orang lain.”

Dari sini, maka syarat diterimanya suatu ibadah adalah yang :

  • Pertama : Niat yang ikhlas hanya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata.
  • Kedua : Mengikuti dan meneladani sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam.

#Insya Allah bersambung pada nasehat-nasehat berikutnya, semoga dimudahkan…

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

[Disalin dari Buku “Syarah adab dan manfaat Menuntut Ilmu.”  Karya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al utsaimin rahimahullah. Pustaka Imam Asy-Syafi’i]

✍? Ditulis oleh Abu Royhan

Share?

Abu Royhan

Pemilik dan Pengasuh Situs Web PermataSunnah.com (Mulia dengan Manhaj Salaf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Februari 2020
S M S S R K J
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031