Site Loader
Share?

📜 Fatwa Ulama

🗯️ HUKUM NAMIMAH (ADU DOMBA) DAN BAHAYANYA

Pertanyaan:
Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin ditanya: “Apa hukum namimah dan apakah bahayanya, kami mengharapkan dalil atas hal tersebut? Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalaskan kebaikan kepada kalian.”

Jawaban:
Namimah adalah bahwa seseorang menyampaikan perkataan manusia satu dengan yang lain untuk merusak hubungan di antara mereka, seperti ia pergi kepada seseorang dan berkata: “Fulan berkata tentang dirimu seperti ini, fulan berkata tentang dirimu seperti ini” untuk memberikan rasa permusuhan di antara umat Islam. Ia termasuk di antara dosa besar.

Dalam Shahihain dari hadis Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua kuburan seraya bersabda: “Perhatikan, sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa lantaran dosa besar (menurut perasaan keduanya, pent). Adapun salah satunya, ia melakukan namimah. Adapun yang lain, ia tidak bersuci dari kencing.” Ia (Abdullah) berkata: “Lalu beliau meminta pelepah kurma yang masih basah, lalu membelahnya menjadi dua, kemudian menanamnya di atas yang ini satu dan yang ini satu.” Para sahabat bertanya: “Kenapa Anda melakukan hal ini?” Beliau menjawab: “Mudah-mudahan diringankan siksa keduanya selama belum kering.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dan diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ قَتَّاتٌ

“Tukang adu domba tidak akan masuk Surga.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dan atas dasar inilah, seorang Mukmin harus meninggalkan namimah dan menjauhinya. Adapun bahayanya, maka bahaya namimah atas seseorang yang melakukan adalah ancaman keras yang telah anda dengar. Adapun terhadap masyarakat, yaitu memisahkan (persatuan) di antara manusia dan merusak (hubungan) di antara mereka.

📰 Rujukan: Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin yang beliau tanda tangani.

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖥️ Sumber: Hijrahapp

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

April 2020
S M S S R K J
« Mar    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031