HUKUM MENGGAMBAR MAKHLUK BERNYAWA KARENA TUGAS SEKOLAH

โœ‰๏ธ Soal Jawab

๐ŸŽจ HUKUM MENGGAMBAR MAKHLUK BERNYAWA KARENA TUGAS SEKOLAH

Bismillah
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

PERTANYAAN:
Afwan, dari yang kita ketahui bahwasanya hukum menggambar makhluk bernyawa itu kan haram lalu bagaimana jika ada tugas sekolah misal di pelajaran IPA yang membahas materi mengenai ekosistem lalu mengharuskan kita untuk menggambar beberapa hewan dengan manusianya, apakah haram juga? Jazakallahu khairan.

Dari Maharani – Member PSM 1

JAWABAN:

ูˆุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Baraakallahu fikumโ€ฆ
Allahu a’lam, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa menggambar makhluk hidup yang memiliki nyawa hukumnya haram bahkan hal ini merupakan salah satu dosa besar. Ini berdasarkan beberapa dalil, di antaranya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูŠู†ูŽ ูŠุตู†ูŽุนูˆู†ูŽ ู‡ุฐูู‡ ุงู„ุตู‘ููˆูŽุฑูŽ ูŠุนุฐู‘ูŽุจูˆู†ูŽ ูŠูˆู…ูŽ ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉู ุŒ ูŠู‚ุงู„ู ู„ูŽู‡ู…: ุฃุญูŠูˆุง ู…ุง ุฎู„ู‚ุชูู…ู’

“Orang yang menggambar gambar-gambar ini (gambar makhluk bernyawa), akan diazab di hari kiamat, dan akan dikatakan kepada mereka: hidupkanlah apa yang kalian buat ini.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dan hadis Abdullah bin Masโ€™ud radhiallahu ‘anhu, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฅู†ู‘ูŽ ุฃุดุฏู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุนุฐุงุจู‹ุง ุนู†ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูˆู…ูŽ ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉู ุงู„ู…ุตูˆู‘ูุฑูˆู†ูŽ

“Orang yang paling keras azabnya di hari kiamat, di sisi Allah, adalah tukang gambar.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Selain hadis-hadis di atas, masih banyak hadis yang lain yang menunjukkan tentang haramnya menggambar. Adapun gambar yang tidak memiliki ruh, seperti pohon, rumah, laut, gunung, pemandangan, dan semisalnya maka ini boleh untuk digambar.

Maka dari itu ketika ada tugas dari sekolah, dan diharuskan untuk menggambar makluk yang bernyawa, maka ia bisa mengambar tanpa kepala dan ia tidak boleh mentaati perintah dalam rangka bermaksiat kepada Allah.

Ini sebagaimana pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, di mana beliau berkata: “Maka saya berpendapat bahwa wajib bagi para penanggung jawab pendidikan untuk melarang para pendidik (guru) menguji dan mengasah kemampuan murid-muridnya dengan menggambar makhluk bernyawa. Jika mereka diharuskan menguji dan mengasah kemampuan anak didik dengan gambar makhluk bernyawa, maka hendaklah mereka menyuruh anak didiknya untuk menggambar hewan atau makhluk bernyawa tanpa kepala (yang tidak sempurna wujud dan bentuknya).” [Syaikh Ibn Utsamin, Fatawa Al-Aqidah, hal. 686-687]

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

โœ๐Ÿป Dijawab oleh: Alfaqir ilallah Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“ Referensi: Tanya Jawab WAGrup Permata Sunnah Muslimah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *