HUKUM MENCUKUR RAMBUT MENIRU MODE DI MAJALAH

📜 Fatwa Ulama

🪒 HUKUM MENCUKUR RAMBUT MENIRU MODE DI MAJALAH

Pertanyan:
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya: “Apa hukum mencukur rambut dengan meniru model dari majalah-majlah barat, atau potongan-potongan rambut yang mempunyai nama-nama khusus dan datangnya dari barat pula? Bila mode ini telah menyebar luas di kalangan wanita Muslimah, apakah masih termasuk meniru orang barat? Apa standard untuk menentukan meniru atau bukan? Semoga Allah memberi anda berkah. Sebab ini adalah masalah kita semua.”

Jawaban:
Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan rambut sebagai keindahan dan hiasan bagi wanita, diharamkan untuk dipotong habis kecuali karena ada kebutuhan yang mengharuskan. Di dalam haji dan umrah mereka hanya disyariatkan untuk memotong rambutnya sebatas ujung jari saja, sedangkan bagi pria disunnahkan untuk mencukur keseluruhan dalam dua ibadah ini.

Ini menunjukkan bahwa wanita diharuskan memanjangkan rambutnya dan tidak memendekkannya kecuali ada kebutuhan untuk itu dan bukan sekedar berhias. Seperti karena ada penyakit yang mengharuskan ia memendekkan rambut, atau karena miskin dan tidak bisa mengurusi rambutnya maka ia boleh memendekkannya, sebagaimana dilakukan oleh sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah kematian beliau.

Apabila memotongnya dengan meniru orang-orang kafir dan fasik, maka tidak disangsikan keharamannya, meski mode tersebut banyak menyebar di kalangan wanita Muslimat, apabila memang pada mulanya adalah tasyabbuh (meniru). Banyaknya mode yang menyebar tidak menjadikannya dibolehkan, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia merupakan bagian dari mereka.”

Hadis lain: “Bukan termasuk golongan kami orang yang menyerupai selain kami.”

Batasannya, apabila perbuatan itu merupakan kebiasaan dan ciri khas orang-orang kafir, maka tidak boleh bagi kita menirunya, karena meniru mereka berarti mencintai mereka secara tidak langsung.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِ نَّهٗ مِنْهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

“Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [QS. Al-Maidah: 51]

Menjadikan mereka pemimpin berarti mencintai mereka. Di antara tanda-tanda mencintai mereka adalah meniru mereka.

📰 Al-Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih-Al-Fauzan, juz 3 hal. 317

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🖥️ Sumber: http://almanhaj.or.id/content/514/slash/0/hukum-mencukur-rambut-meniru-mode-di-majalah-dan-hukum-membelah-rambut-di-pinggir

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?

Affni Ummu Khayra

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.