HUKUM MENCUKUR BULU KAKI

โœ‰๏ธ Soal Jawab

๐Ÿช’ HUKUM MENCUKUR BULU KAKI

Bismillah
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

PERTANYAAN:
Apabila seorang wanita memiliki bulu kaki yang lebat seperti laki-laki, apakah diperbolehkan dicukur?

Dari Fulanah – Member PSM

JAWABAN:

ูˆุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Syaikh Abdullah Al-Jibrin rahimahullah ditanya:

ุจุนุถ ุงู„ู†ุณุงุก ูŠู†ุจุช ู„ู‡ุง ุดุนุฑ ููŠ ุงู„ูˆุฌู‡ ูƒู„ุญูŠุฉ ุฎููŠูุฉ ูˆุดุนุฑ ููŠ ุงู„ู‚ุฏู…ูŠู† ูˆูŠุคุซุฑ ููŠ ู…ุธู‡ุฑู‡ุงุŒ ูู‡ู„ ู„ู‡ุง ุญู„ู‚ู‡ุŸ

“(Pada) sebagian (kecil) wanita ada yang tumbuh rambut di wajahnya seperti jenggot yang tipis atau bulu di kaki. Ini berdampak pada penampilannya. Apakah ia boleh mencukurnya?”

Jawaban beliau:

ู„ุง ุจุฃุณ ุจุฅุฒุงู„ุชู‡ ุจุงู„ู…ูˆุณูŠ ุฃูˆ ุจุงู„ู†ูˆุฑุฉ ุฃูˆ ุจุงู„ู…ุฒูŠู„ุ› ู„ุฃู†ู‡ ูŠุดูˆู‡ ุงู„ู…ู†ุธุฑุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ุฃู…ุฑ ุงู„ุฑุฌุงู„ ุจุฅุนูุงุก ุงู„ู„ุญูŠุฉุ› ู„ุฃู†ู‡ุง ูุงุฑู‚ุฉ ุจูŠู† ุงู„ุฑุฌู„ ูˆุงู„ู…ุฑุฃุฉุŒ ูˆู„ุฃู† ู…ู† ุทุจุน ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุงู„ู„ูŠู† ูˆุงู„ุฑุฌู„ ุงู„ุฎุดูˆู†ุฉ ููŠ ุงู„ูˆุฌู‡ ูˆู†ุญูˆู‡ุŒ ูู„ุง ุฃุฑู‰ ู…ุงู†ุนุง ู…ู† ุฅุฒุงู„ุฉ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุฐู„ูƒ

“Tidak mengapa menghilangkannya dengan silet atau pisau cukur karena bisa merusak penampilan. Hanya laki-laki yang diperintahkan untuk membiarkan jenggot tumbuh. Alasannya, jenggot merupakan pembeda antara laki-laki dan wanita, dan karena kodratnya wanita itu lembut sedangkan laki-laki agak kasar di wajahnya. Saya tidak melihat adanya larangan bagi wanita untuk menghilangkannya.”

๐Ÿ“ฐ Fatawa Asy-Syarโ€™iyyah fi Masailith Thibbiyah. http://ibn-jebreen.com/?t=fatwa&view=vmasal&subid=4582

๐Ÿ–ฅ๏ธ Rujukan: Artikel muslimah.or.id

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

โœ๐Ÿป Dijawab oleh: Alfaqir ilallah Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“‚ Referensi: Tanya Jawab WAGrup Permata Sunnah Muslimah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *