HUKUM MEMAKAN KEPITING

โœ‰๏ธ Soal Jawab

๐Ÿฝ๏ธ HUKUM MEMAKAN KEPITING

Bismillah
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

PERTANYAAN:
Saya ingin bertanya. Apakah benar bahwa kepiting itu haram? Jazaakallahu khairan.

Dari Septi – Member PSM 7

JAWABAN:

ูˆุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Thoyyib, dalam masalah makanan, maka hukum asal seluruh makanan yang ada di muka bumi ini adalah halal, kecuali yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya. Allah Azza wa Jalla berfirman:

ู‡ููˆูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง

“Dia lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.” [QS. Al-Baqarah: 29]

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูƒูู„ููˆุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุญูŽู„ูŽุงู„ู‹ุง ุทูŽูŠู‘ูุจู‹ุง

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.” [QS. Al Baqarah: 168]

Adapun hukum memakan kepiting, maka hukumnya insya Allah boleh. Karena tidak ada dalil yang mengharamkannya dan ia sejenis binatang laut dan hukum asal binatang laut itu suci dan halal.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ู‡ููˆูŽ ุงู„ุทู‘ูŽู‡ููˆุฑู ู…ูŽุงุคูู‡ู ุงู„ู’ุญูู„ู‘ู ู…ูŽูŠู’ุชูŽุชูู‡ู

“Laut itu suci airnya dan halal bangkainya.” [HR. Tirmidzi, dan Abu Daud. Dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa, 1/42]

Adapun yang mengatakan bahwa kepiting itu haram karena ia binatang yang hidup di dua alam, yakni daratan dan lautan, maka ini pendapat yang tidak benar (tidak memiliki dalil). Jadi jika jelas tidak ada dalilnya, maka hal itu kembali kepada hukum asal yaitu bahwa seluruh makanan itu halal kecuali yang diharamkan oleh dalil baik dari Al-Quran maupun dari hadis.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

โœ๐Ÿป Dijawab oleh: Alfaqir ilallah Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“ Referensi: Tanya Jawab WAGrup Permata Sunnah Muslimah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *