Site Loader
Share?

🏷️ Fiqh Shalat

HAL-HAL YANG DIPERBOLEHKAN DALAM SHALAT

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

1). Berjalan untuk suatu keperluan.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat di dalam rumah sedangkan pintunya tertutup. Lalu aku datang dan minta dibukakan. Kemudian beliau berjalan dan membukakan pintu untukku. Setelah itu beliau kembali ke tempat shalatnya. Aisyah menyifatkan bahwa pintu tersebut berada di arah kiblat.” [HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan dihasankan Al-Albani]

2). Menggendong anak kecil.

Dari Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu disebutkan: “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat sambil menggendong Umamah, puteri Zainab binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Al-‘Ash bin Ar-Rabi’. Jika beliau berdiri, beliau menggendongnya. Namun jika sujud, beliau meletakkannya.” [Mutafaqun Alaihi]

3). Membunuh Al-Aswadain (Kalajengking & Ular).

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh agar membunuh dua binatang hitam dalam shalat, yaitu kalajengking dan ular.” [HR. Ahmad, Abu Dawud, dan selainnya]

4). Menoleh dan memberi isyarat untuk keperluan.

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menderita sakit. Lalu kami shalat di belakang beliau yang shalat dalam keadaan duduk. Kemudian beliau menoleh dan melihat kami berdiri. Kemudian beliau mengisyaratkan kepada kami (untuk duduk), lalu kamipun duduk.” [HR. Muslim, no. 413]

5). Meludah di baju atau mengeluarkan sapu tangan dari saku.

Dalilnya telah disebutkan dalam hadis Jabir tentang larangan meludah ke arah kiblat. [HR. Muslim, no. 3008 dan Abu Dawud, no. 485]

6). Memberi isyarat untuk menjawab salam.

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju Quba untuk shalat di sana. Tak lama kemudian datanglah orang-orang Anshar dan mengucapkan salam kepada beliau yang sedang shalat. Lalu aku berkata pada Bilal, “Bagaimana engkau melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab salam ketika mereka memberi salam kepada beliau padahal beliau sedang shalat?” Dia berkata, “Beliau memberi isyarat seperti ini.” Dia membuka telapak tangannya. Ja’far bin Aun (perawi hadis) pun membuka telapak tangannya. Ia jadikan bagian dalamnya menghadap ke bawah dan bagian luarnya ke atas.” [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi]

7). Mengucapkan tasbih bagi laki-laki dan bertepuk tangan bagi wanita jika terjadi sesuatu dalam shalat.

Dari Sahl bin Sa’d radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ مَا لَكُمْ حِيْنَ نَابَكُمْ شَيْءٌ فِي الصَّلاَةِ أَخَذْتُمْ فِي التَّصْفِيْقِ، إِنَّمَا التَّصْفِيْقُ لِلنِّسَاءِ، مَنْ نَابَهُ شَيْءٌ فِي صَلاَتِهِ فَلْيَقُلْ: سُبْحَانَ اللهِ، فَإِنَّهُ لاَ يَسْمَعُهُ أَحَدٌ حِيْنَ يَقُوْلُ سُبْحَانَ اللهِ إِلاَّ الْتَفَتْ

“Wahai manusia, kenapa jika terjadi sesuatu dalam shalat kalian bertepuk tangan? Sesungguhnya bertepuk tangan adalah untuk wanita. Barang siapa menemui kejadian dalam shalatnya, hendaklah ia mengucapkan: ‘Subhaanallah.’ Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mendengarnya ketika ia mengucap: ‘Subhaanallah’ melainkan ia telah berpaling.” [Mutafaqun Alaihi]

8). Mengingatkan bacaan imam.

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan suatu shalat lalu membaca surat dan bacaannya tercampur (keliru). Ketika selesai beliau berkata pada Ubay, “Apakah engkau shalat bersama kami?” Dia berkata, “Ya.” Beliau berkata, “Lalu, apakah yang menghalangimu (untuk membenarkan bacaanku tadi?” [HR. Abu Dawud]

9). Mencolek kaki orang yang sedang tidur.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dia berkata: “Aku menjulurkan kakiku pada kiblat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang shalat. Jika sujud, beliau mencolekku dan aku pun mengangkatnya. Jika beliau berdiri aku menjulurkan lagi.” [Mutafaqun Alaihi]

10). Menahan orang yang ingin lewat di depannya.

Dari Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ إِلَى شَيْءٍ يَسْتُرُهُ مِنَ النَّاسِ، فَأَرَادَ أَحَدٌ أَنْ يُجْتَـازُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلْيَدْفَعْ فِي نَحْرِهِ، فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ، فَإِنَّمَا هُوَ شَيْطَانٌ

“Jika salah seorang di antara kalian shalat menghadap ke sesuatu yang menjadi pembatas baginya dari manusia, kemudian seseorang hendak lewat di depannya, maka doronglah pada lehernya. Jika dia menolak, maka perangilah (lawanlah) dia. Karena sesungguhnya dia adalah setan.” [Mutafaqun Alaihi]

11). Menangis.

Dari Ali radhiallahu ‘anhu, dia berkata: “Tidak ada seorang penunggang kuda pun di antara kami pada hari perang Badar selain Al-Miqdad. Aku tidak melihat seorang pun di antara kami melainkan sedang tidur (malam). Kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shalat sambil menangis di bawah sebuah pohon hingga Subuh.” [HR. Ahmad, I/125]

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🗃 Referensi:
• Fiqh Shalat Berdasarkan Al-Quran & As-Sunnah. Karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Penerbit Media Tarbiyah.
• Referensi-Referensi lainnya.

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

📡 Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

April 2020
S M S S R K J
« Mar    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031