HADIS-HADIS TENTANG KESEMPURNAAN ISLAM – SERI 1

๐Ÿ”– Prinsip Dasar Islam

๐Ÿ“– HADIS-HADIS TENTANG KESEMPURNAAN ISLAM – SERI 1

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Agama Islam sudah sempurna, tidak boleh ditambah dan dikurangi. Kewajiban umat Islam adalah ittiba. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู’ุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุชู’ู…ูŽู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููŠ ูˆูŽุฑูŽุถููŠุชู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ูŽ ุฏููŠู†ู‹ุง

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu.” [QS. Al-Maaidah: 3]

Berikut ini beberapa hadis tentang kesempurnaan Islam.

โ€ข> Hadis dari Sahabat Abu Dzar radhiallahu โ€˜anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam telah bersabda:

ู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ ุดูŽูŠู’ุกูŒ ูŠูู‚ูŽุฑูู‘ุจู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽูŠูุจูŽุงุนูุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุจููŠูู‘ู†ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’

“Tidaklah tertinggal sesuatu pun yang mendekatkan ke Surga dan menjauhkan dari Neraka melainkan telah dijelaskan semuanya kepada kalian.” [HR. At-Thabrani dalam Mu’jamul Kabir II/155-156 no. 1647, dan Ibnu Hibban no. 65 dengan ringkas. Lihat Silsilah Al-Ahaadits Ash-Shahihah no. 1803]

โ€ข> Hadis dari Abu Dzar radhiallahu โ€˜anhu, beliau berkata:

ุชูŽุฑูŽูƒูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุทูŽุงุฆูุฑูŒ ูŠูŽุทููŠู’ุฑู ุจูุฌูŽู†ูŽุงุญูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ

“Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam telah pergi meninggalkan kami (wafat) dan tidaklah seekor burung pun yang terbang dengan kedua sayapnya melainkan kami memiliki ilmunya.” [HR. Ibnu Hiban no. 65/At-Ta’liiqatul Hisaan โ€˜ala Shahiih Ibni Hibban]

Perkataan Abu Dzar radhiallahu โ€˜anhu di atas diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad (Musnad Imam Ahmad V/153, 162). Kemudian ada syahidnya dari perkataan Abu Darda radhiallahu โ€˜anhu yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir sebagaimana dikatakan Imam Al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaa-id (VIII/264).

โ€ข> Hadis dari Abu Darda radhiallahu โ€˜anhu, ia berkata:

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ููู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุทูŽุงุฆูุฑูŒ ูŠูŽุทููŠู’ุฑู ุจูุฌูŽู†ูŽุงุญูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ู‡ู ุนูู„ู’ู…ู‹ุง

“Sungguh Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam telah pergi meninggalkan kami (wafat) dan tidaklah seekor burung yang terbang di langit melainkan beliau telah menerangkan kepada kami ilmunya.” [Riwayat Ath-Thabrani, lihat Majma’uz Zawaa-id VIII/264, dan Abu Ya’la no. 5087]

โ€ข> Hadis dari Muththalib bin Hanthab, seorang Tabi’in terpercaya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ู…ูŽุง ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชู ุดูŽูŠู’ุฆูŽู‹ุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุจูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู…ูŽุฑู’ุชููƒูู…ู’ ุจูู‡ูุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชู ุดูŽูŠู’ู€ุฆู‹ุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ู†ูŽู€ู‡ูŽุงูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ู†ูŽู‡ูŽูŠู’ุชููƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ู‡ู

“Tidaklah aku tinggalkan sesuatu pun dari perintah-perintah Allah kepada kalian, melainkan telah aku perintahkan kepada kalian. Begitu pula tidaklah aku tinggalkan sesuatu pun dari larangan-larangan Allah kepada kalian melainkan telah aku larang kalian darinya.” [Riwayat Imam Asy-Syafi’i dalam kitab Ar-Risalah hal. 87-93 no. 289, tahqiq Syaikh Ahmad Muhammad Syakir, Al-Baihaqi VII/76. Lihat Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahihah no. 1803]

โ€ข> Hadis dari Salman radhiallahu โ€˜anhu, beliau berkata: “Orang-orang musyrik telah bertanya kepada kami, ‘Sesungguhnya Nabi kalian sudah mengajarkan kalian segala sesuatu sampai (diajarkan pula adab) buang air besar!’ Maka, Salman radhiallahu โ€˜anhu menjawab, ‘Ya!’.” [Riwayat Muslim no. 262 (57), Abu Dawud no. 7, At-Tirmidzi no. 16, dan Ibnu Majah no. 316, dari Salman Al-Farisi]

โ€ข> Hadis dari Abu Hurairah radhiallahu โ€˜anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏู ุฃูุนูŽู„ูู‘ู…ููƒูู…ู’

“Sesungguhnya kedudukanku terhadap kalian seperti kedudukan seorang ayah, aku mengajari kalian semua.” [HR. Abu Dawud no. 8 dan lainnya]

โ€ข> Hadis dari Hudzaifah radhiallahu โ€˜anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah berdiri di hadapan kami (berkhutbah), tidaklah beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tinggalkan sesuatu pun juga di tempatnya itu (tentang peristiwa-peristiwa) yang akan terjadi sampai hari Kiamat melainkan beliau menceritakannya kepada kami. Akan hafal orang yang hafal dan akan lupa orang yang lupa.” [HR. Al-Bukhari no. 6604, Muslim no. 2891 (23)]

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ“˜ Referensi: Buku “Prinsip Dasar Islam.” Karya Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Pustaka At-Takwa.

โœ’ Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *