Site Loader
Share?

📖 DZIKIR SETELAH SHALAT FARDHU

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Berikut ini bacaan dzikir setelah shalat yang bisa kita amalkan setiap selesai shalat lima waktu (shalat fardhu).

📑 Membaca:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ (٣ ×) اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَام

Astaghfirullaah (3x). Allaahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikroom

“Aku meminta ampun kepada Allah (3 x). Ya Allah, Engkau Maha Penyelamat, dariMu lah keselamatan, Maha banyak kebaikannya Engkau, wahai Tuhan Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan.” [HR. Muslim]

▪︎ Keterangan:
Jika sebagai imam, maka setelah membaca dzikir di atas, hendaknya ia berbalik menghadap ke arah makmum.

📑 Membaca 1x

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai in qodiir, allaahumma laa maani’a limaa a’thoita, wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jadd.

“Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya, milikNya kerajaan dan milikNya segala pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberikan jika Engkau menghalangi serta tidaklah bermanfaat bagi seseorang kekayaannya dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari siksaMu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

📑 Membaca 1x

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai in qodiir, laa haula wa laa quwwata illaa billaah, laa ilaaha illallaah, wa laa na’budu illaa iyyaah, lahun ni’matu, wa lahul fadhlu, wa lahuts tsanaaul hasan, laa ilaaha illallaah, mukhlishiina lahud diin, walau karihal kaafiruun.

“Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya, milikNya kerajaan dan milikNya segala pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah, Tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi dengan benar kecuali Allah, dan kami tidak beribadah kecuali kepadaNya. MilikNya kenikmatan, karunia dan pujian yang baik. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dengan hanya beribadah kepadaNya meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.” [HR. Muslim]

📑 Membaca 10x setelah shalat Maghrib & Subuh

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, yuhyii wa yumiit, wa huwa ‘alaa kulli syai in qodiir.

“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [HR. At-Tirmidzi & Ahmad]

📑 Membaca 1x

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allaahumma a’innii ‘alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibaadatik.

“Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, serta beribadah dengan baik kepadaMu.” [HR. Abu Dawud, An-Nasaa’i, Ahmad, dan lainnya]

📑 Membaca:

سُبْحَانَ اللهِ (٣٣ ×) اَلْحَـمْدُ ِللهِ (٣٣ ×) اَللهُ أَكْـَبرُ (٣٣ ×)

“Mahasuci Allah (33x). Segala Puji bagi Allah (33x). Allah Mahabesar (33x).”

▪︎ Keterangan:
Dzikir di atas dapat juga dibaca dengan bacaan:

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ (٣٣ ×)

Subhaanallaah, wal hamdulillaah, wallaahu akbar

“Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar (33x).” [HR. Bukhari & Muslim]

Dzikir di atas dihitung dengan jari tangan kanan. Abdullah bin Amr berkata: “Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghitung tasbih dengan tangan kanannya.” [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, Shahihul Jaami’ no. 4865]

📑 Kemudian melengkapi menjadi 100 (seratus) dengan membaca:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai in qodiir.

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, milikNya kerajaan dan milikNya pujian. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” [HR. Muslim]

▪︎ Keterangan:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 33x setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan ‘laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai in qodiir’, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” [HR. Muslim]

📑 Membaca sekali Ayat Kursi (QS. Al Baqarah: 255)

اللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ 

▪︎ Keterangan:
“Barang siapa membaca ayat Kursi di akhir setiap shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali ia mati.” [HR. Nasa’i dalam ‘Amalul Yaumi wal Lailah dan Ibnus Sunni, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6464 dan Silsilah ash-Shahiihah no. 927]

📑 Membaca sekali Surat Mu’awwidzaat (Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas) setiap selesai shalat lima waktu (shalat fardhu). [HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan lain-lain, dishahihkan oleh al-Haafizh Ibnu Hajar al-Asqalani. Dalam riwayat Abu Dawud dengan lafaz Mu’awwidzaat’ (Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas)]

📑 Membaca sekali setelah shalat Subuh:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allaahumma innii as aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima.” [HR. Ibnu Majah dan ahli hadits yang lain. Lihat kitab Shahih Ibnu Majah, 1/152 dan Majma’uz Zawaaid, 10/111]

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufiq kepada kita semua untuk senantiasa bisa merutinkan bacaan dzikir setelah shalat ini, Aamiin

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🗃 Rujukan:

  • Buku Doa dan Wirid. Karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Pustaka Imam Asy-Syafi’i.
  • Hishnul Muslim min Adzkar Al Kitab was Sunnah. Karya Syaikh Sa’ad bin Wahf Al-Qohthoni
  • Referensi lainnya

Alfaqir ilallah: Abu Muhammad Royhan

Share?

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Desember 2019
S M S S R K J
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031