DALAM MEMBELANJAKAN UANGNYA, PERLUKAH ISTRI MINTA IZIN SUAMI?

๐Ÿ“œ Fatwa Ulama

๐Ÿ‘ DALAM MEMBELANJAKAN UANGNYA, PERLUKAH ISTRI MINTA IZIN SUAMI?

Fatwa Syaikh Musthafa Al Adawi

PERTANYAAN:
Jika seorang wanita mendapat warisan dari ayahnya, apakah boleh ia membelanjakannya tanpa izin suaminya, ataukah ada batasannya?

JAWABAN:

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…, ูˆุจุนุฏ

Ya, menurut pendapat jumhur Ulama, ia boleh membelanjakan harta tersebut tanpa izin suaminya. Karena harta tersebut milik pribadinya sendiri. Namun ada sebuah hadis yang dijadikan pegangan bagi yang berpendapat terlarangnya hal tersebut, yaitu hadis:

ู„ุง ูŠุญู„ ู„ุงู…ุฑุฃุฉ ุนุทูŠุฉ ู…ู† ู…ุงู„ู‡ุง ุฅุฐุง ู…ู„ูƒ ุฑุฌู„ ุนุตู…ุชู‡ุง ุฅู„ุง ุจุฅุฐู† ุฒูˆุฌู‡ุง

“Tidak halal bagi seorang wanita untuk memberikan suatu pemberian dari hartanya, jika akad nikahnya masih dimiliki oleh suaminya, kecuali dengan izin si suami tersebut.”

Walaupun dalam hadis ini ada sebagian sisi pandang dan bantahan (bagi pendapat jumhur), namun dengan statusnya yang hasan ini, ia nampak bertentangan dengan hadis yang lebih kuat. Yaitu hadis yang menceritakan bahwa Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam menghadap para wanita di hari Ied, setelah selesai berkhutbah Ied. Kemudian beliau memberikan dorongan kepada mereka untuk banyak bersedekah. Seketika itu pun mereka langsung memberikan kalung dan gelang yang mereka pakai di kain baju Bilal. Dan tidak terdapat keterangan bahwa mereka minta izin suami mereka terlebih dahulu. Ini adalah dalil pertama, dan hadis ini terdapat dalam Shahih Al Bukhari.

Dan dalil yang lainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumah Ummul Mukminin Maimunah bintu Al Harits radhiallahu ‘anha. Maimunan lalu berkata:

ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡! ุฃู…ุง ุดุนุฑุช ุฃู†ูŠ ุฃุนุชู‚ุช ูˆู„ูŠุฏุชูŠุŸ -ุชุนู†ูŠ ุฃู…ุฉ ู…ู† ุงู„ุฅู…ุงุก- ู‚ุงู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู…: ุฃู…ุง ุฅู†ูƒู ู„ูˆ ุฃุนุทูŠุชู‡ุง ู„ุฃุฎูˆุงู„ูƒ ู„ูƒุงู† ุฎูŠุฑุงู‹ ู„ูƒู

“Wahai Rasulullah, apakah engkau sudah tahu bahwa saya telah memerdekakan walidah saya?” (yaitu salah satu budaknya). Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: “Andaikan ia diberikan kepada kepada pamanmu itu lebih baik untukmu.”

Poin intinya dari hadis ini, Maimunah memerdekakan budaknya tanpa seizin suaminya, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini dilihat dari perkataan Maimunah: “Wahai Rasulullah, apakah engkau sudah tahu bahwa saya telah memerdekakan?”

Oleh karena itu, boleh bagi wanita untuk membelanjakan hartanya sendiri walaupun tidak seizin suaminya. Namun, dalam rangka menjalin rasa cinta dan sayang yang hendaknya senantiasa dijaga oleh suami-istri, dianjurkan bagi istri untuk mendiskusikan dengan suaminya mengenai kemana hartanya akan dibelanjakan, dan kepada siapa akan dibelanjakan. Ini dianjurkan namun tidak wajib.

๐Ÿ“ฐ http://mostafaaladwy.com/play-8671.html

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ–Š๏ธ Penerjemah: Yulian Purnama hafidzahullah

๐Ÿ–ฅ๏ธ Sumber: http://muslim.or.id/fatwa-ulama/fatwa-ulama-dalam-membelanjakan-uangnya-perlukah-istri-minta-izin-suami.html

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *