BOLEHKAH SOMBONG KEPADA DIRI SENDIRI?

โœ‰๏ธ Soal Jawab

๐Ÿ‘‘ BOLEHKAH SOMBONG KEPADA DIRI SENDIRI?

Bismillah
Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barokatuh.

PERTANYAAN:
Alhamdulillah akhirnya bisa bertanyaโ€ฆ Apakah penyakit hati yaitu sombong, tetapi sombong kepada diri sendiri, termasuk perbuatan yang tidak disukai Allah? Misal, saya sombong karena saya lebih mengetahui, tetapi kesombongan tersebut tidak diperlihatkan ke orang lain. Tetapi ada di pikiran kita sendiri. Mohon pencerahannya, dan bagaimana cara menghilangkannya. Terimakasih.

Dari Hamba Allah – PSI 8

JAWABAN:

ูˆุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Allahu a’lam, ini termasuk hal yang dilarang karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kesombongan itu memandang dirinya lebih sempurna dibandingkan siapapun. Dia memandang orang lain hina, rendah dan lain sebagainya. Walaupun ia mengatakan tidak diperlihatkan kepada orang lain namun perbuatan ini tetap terlarang.

Oleh karena itu Allah sangat melarang perbuatan sombong ini. Allah Taโ€™ala berfirman,

ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽูƒู’ุจูุฑููŠู†ูŽ

“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” [QS. An-Nahl: 23]

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ุฃูŽู„ูŽุง ุฃูุฎู’ุจูุฑููƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุจูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูู„ู‘ู ุนูุชูู„ู‘ู ุฌูŽูˆู‘ูŽุงุธู ู…ูุณู’ุชูŽูƒู’ุจูุฑู

“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk Neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur (sombong).” [HR. Bukhari dan Muslim]

Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong. Wallahu a’lam.

ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

๐Ÿ” Dijawab oleh: Alfaqir ilallah Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“‚ Referensi: Tanya Jawab WAGrup Permata Sunnah Ikhwan

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *