BOLEHKAH MEMBACA DOA SAAT DUDUK DI TAHIYAT AWAL?

โœ‰๏ธ Soal Jawab

๐Ÿ’ญ BOLEHKAH MEMBACA DOA SAAT DUDUK DI TAHIYAT AWAL?

Bismillah
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

PERTANYAAN:
Afwan mau bertanya jika kita shalat di saat tahiyat awal kadang-kadang keterusan membaca doa berlindungan dari empat perkara. Apakah diperbolehkan/apakah ada dalilnya? Syukron, jazaakallahu khairan.

Dari: Tetty U Hidayat – PSM 4

JAWABAN:

ูˆุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Allahu a’lam, yang kami ketahui hanya di tahiyat akhir sebelum salam bukan di tahiyat awal. Ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ููŽุฑูŽุบูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุดูŽู‡ูู‘ุฏู ุงู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุนูŽูˆูŽู‘ุฐู’ ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุฌูŽู‡ูŽู†ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑู ูˆูŽู…ูู†ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุญู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู…ูŽุงุชู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ุงู„ู’ู…ูŽุณููŠุญู ุงู„ุฏูŽู‘ุฌูŽู‘ุงู„ู

“Jika salah seorang di antara kalian selesai tasyahud akhir (sebelum salam), mintalah perlindungan pada Allah dari empat hal: (1) siksa Neraka Jahannam, (2) siksa kubur, (3) penyimpangan ketika hidup dan mati, (4) kejelekan Al-Masih Ad-Dajjal.” [HR. Muslim, no. 588]

Berikut fatwa dari Syaikh Abdul Azis bin Baz rahimahullah. Beliau ditanya: “Bagaimana hukum berdoa pada tasyahud di rakaat kedua (tasyahud pertama) pada shalat 4 rakaat (Zuhur, Asar atau Isya) dikarenakan lupa?”

Syaikh bin Baz rahimahullah menjawab:
Berdoa setelah tahiyat awal tidak disyariatkan. Walaupun, apabila ada seorang yang melakukannya tidak ada keharusan untuk sujud sahwi (namun seandainya ia sujud juga tidak mengapa) apabila alasannya karena dia mendatangkan sesuatu tidak pada tempatnya.

Adapun doa setelah tahiyat akhir, maka itu yang disyariatkan. Doa setelah tahiyat akhir dan sebelum salam diperintahkan dan disyariatkan. Sehingga seseorang boleh berdoa dengan doa-doa yang baik dan berdoa dengan doa yang ada riwayatnya lebih utama.

Doa yang ada riwayatnya lebih utama, seperti berlindung dari azab Jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian serta fitnah Dajjal, permohonan ampun, seperti mengucapkan:

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠู’ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑูุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุญู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู…ูŽุงุชูุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ููุชู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุณููŠู’ุญู ุงู„ุฏู‘ูŽุฌู‘ูŽุงู„ู

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนูู†ู‘ููŠู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐููƒู’ุฑููƒูŽุŒ ูˆูŽุดููƒู’ุฑููƒูŽุŒ ูˆูŽุญูุณู’ู†ู ุนูุจูŽุงุฏูŽุชููƒูŽ

Semuanya ini baru disyariatkan. Yaitu di akhir shalat sebelum salam. Naโ€™am. [Fatwa Syaikh bin Baz dalam website beliau no. 18264]

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…ุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

โœ๐Ÿป Dijawab oleh: Alfaqir ilallah Abu Muhammad Royhan hafidzahullah

๐Ÿ“‚ Referensi: Tanya Jawab WAGrup Permata Sunnah Muslimah

๐Ÿ“ก Silakan disebar Artikel ini dengan tetap mencantumkan sumber link asli (https://permatasunnah.com) dan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya tanpa izin dari admin.

Bagikan artikel ini ?
Ummu Ruqayyah

Ummu Ruqayyah

Admin Web PermataSunnah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *