BIMBINGAN ISLAM UNTUK PRIBADI & MASYARAKAT – 58

? BIMBINGAN ISLAM UNTUK PRIBADI & MASYARAKAT

━━━━━━━━━━━━━━━

? Web: http://permatasunnah.com
? Instagram: https://www.instagram.com/dakwahpermatasunnah/
? Grup WhatsApp. Silakan Join. Click !
• (Pria): http://bit.ly/2DPS-admIkhwan
• (Wanita): http://bit.ly/2DPS-AdmAkhwat

━━━━━━━━━━━━━━━

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’du.

◈ BAB: Akhlak-Akhlak Islami

? DI ANTARA WASIAT RASULULLAH ﷺ (Seri 9)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي.

“Barangsiapa yang tidak menyukai Sunnahku, ia tidak termasuk golonganku.” [Mutafaqun Alaihi]

◆ Penjelasan Singkat:

Yakni, barang siapa yang tidak menyukai jalanku dan melakukan ibadah yang lebih keras, maka dia bukan termasuk golonganku.

Allâh Azza wa Jalla juga berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allâh, ikutilah aku, niscaya Allâh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allâh itu Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” [Ali ‘Imrân/3: 31]

Kesempurnaan seseorang dalam mengikuti sunnah yaitu dengan mengerjakan ibadah yang dikerjakan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meninggalkan apa-apa (ibadah) yang tidak dikerjakan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Yang kedua) ini dinamakan oleh Ulama ushul fiqih dengan istilah sunnah tarkiyyah. Jadi seorang hamba tidak akan lurus sehingga dia mengagungkan, memelihara, dan mengamalkan sunnah.

Ubay bin Ka’ab berikut ini, “Berpegang teguhlah pada sunnah. Tidaklah seorang hamba berada di atas sunnah dalam keadaan mengingat Allah, lalu kulitnya merinding karena rasa takut kepada-Nya, melainkan dosa-dosanya akan berguguran sebagaimana daun kering berguguran dari pohonnya. Dan tidaklah seorang hamba berada di atas sunnah sedang mengingat Allah dalam keadaan bersendirian, lalu kedua matanya meneteskan air mata karena takut kepada-Nya, melainkan api neraka tidak akan menjamahnya selamanya. Mencukupkan diri dengan sunnah itu lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam bid’ah (perkara yang menyelisihi sunnah). Oleh karena itu, berusahalah agar amalan kalian, baik yang ringan maupun yang berat, berdasarkan manhaj dan sunnah para nabi.” [Abu Nu’aim dalam al-Hilyah; Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis]

Siapa yang membenci ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, perlu dipertanyakan pembelaanya. Siapa yang membenci tauhid, sunnah, jilbab wanita muslimah yang sesuai syariat, memanjangkan jenggot, mengangkat celana di atas dua mata kaki, makan dan minum dengan tangan kanan, siapa yang membenci semua ini, perlu dipertanyakan, “Apakah ia sedang menghina Rasulullah atau menghinanya shallallahu ‘alaihi wasallam?”

Oleh karena itu Imam Al Qadhi ‘Iyadh Al Yahshubi berkata, “Ketahuilah bahwa barangsiapa yang mengaku mencintai sesuatu, maka dia akan mengutamakannya dan berusaha meneladaninya. Kalau dia tidak melakukannya, maka berarti dia tidak dianggap benar dalam kecintaanya dan dianggap hanya mengaku-ngaku saja tanpa bukti nyata. Maka orang yang benar dalam pengakuan kecintaannya kepada (sunnah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang terdapat bukti kecintaan tersebut pada dirinya. Bukti kecintaan kepada (sunnah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang utama adalah dengan meneladani beliau, mengamalkan sunnahnya, baik perkataan maupun perbuatannya, melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangannya, serta menghiasi diri dengan adab-adab yang beliau contohkan, dalam keadaan susah maupun senang dan lapang maupun sempit.” [Asy Syifa bi Ta’riifi Huquuqil Mushthafa, dikutip dari www.muslim.or.id]

Semoga Allah menunjuki kita pada jalan yang lurus dan semoga dapat menambah ilmu dan menambah keimanan kita dan kita tetap istiqomah di atas aqidah dan As-Sunnah yang shohih. Wallahu a’lam.

? Insya Allah bersambung ke pembahasan-pembahasan lainnya. Semoga dimudahkan…

? Referensi :
• Buku “Bimbingan Islam Untuk Pribadi & Masyarakat.” Penulis: Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu.
• Alquranul Karim
• Artikel Sunnah Lainnya

✒ Disusun oleh Akhukum Fillah Abu Royhan

? Grup Dakwah Permata Sunnah

? BC. BBM Dakwah: DA23EC5A
?Chanel Telegram: telegram.me/PermataSunnah
? Fanspage: fb.me/GrupDakwahPermataSunnah

? Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah dan mengurangi isi tulisan. Semoga menjadi sebab hidayah dan menjadi amal jariyah serta memudahkan jalan kita semua menuju Surga, insya Allah… Aamiin

Bagikan artikel ini ?
Abu Royhan

Abu Royhan

Pemilik dan Pengasuh Situs Web PermataSunnah.com (Mulia dengan Manhaj Salaf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *